Tampilkan postingan dengan label Aneka Rangkaian Sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Rangkaian Sederhana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2013

Skema Rangkaian Radio Sederhana 1 Transistor

Menanggapi para penanya di forum facebook yang terus mengalir sebagai tanda begitu antusiasnya para penggemar elektronika di tanah air dan saya sangat gembira karena blog kumpulan rangkaian elektronik ini mempunyai banyak penggemar terutama dari tanah air tercinta Indonesia. Kali ini saya akan menjawab pertanyaan sahabat facebook mengenai Rangkaian Radio Sederhana. Banyak yang membahas mengenai radio penerima sederhana ini, namun tentunya sobat semua menginginkan rangkaian yang bukan hanya sederhana namun memiliki kualitas dan juga komponen yang mudah didapatkan dan mudah dibuat. Rangkaian Penerima Radio Sederhana dibawah ini adalah hasil seleksi saya yang saya ambil dari blog skema elektronik terkenal circuitstoday.


Rangkaian ini hanya membutuhkan baterai 3Volt atau 2 buah baterai kecil. Sebagai penguat suara transistor Q1 cukup untuk mendengarkan siaran radio dengan menggunakan headphone.

Cara kerja rangkaian:
C6 dan L1 membentuk rangkaian tangki yang mengambil sinyal dari D1. Kapasitor C2 dan resistor R1 melakukan deteksi menjemput sinyal. Sinyal yang terdeteksi digabungkan ke dasar Q1 melalui Q1 dan C3. Kapasitor memberikan amplifikasi yang diperlukan untuk sinyal. Resistor R2 digunakan untuk bias Q1. R3 membatasi arus kolektor output audio Q1. Output akan tersedia pada kolektor Q1 dan dapat didengar dengan menggunakan headphone. Rangkaian akan bekerja maksimal di tempat-tempat di mana ada kekuatan sinyal radio yang wajar.

Catatan.
  • Rangkaian dirakit pada PCB.
  • Rangkaian dapat diaktifkan dari baterai 3V.
  • Antena penerima dari kawat panjang 1 M.
  • Headphone harus impedansi tinggi (2 sampai 3K).
  • Jika dioda AA121 tidak tersedia, anda dapat menggunakan AA112, AA116 atau 1N34.
  • Induktor L1 harus 0.35mH dan satu tap tengah,  L1 dibuat dari kumparan dengan kawat email ukuran 28SWG sebanyak 77 lilitan dengan diameter penampang 1cm. Penampang bisa dari pipa plastik bekas atau pipa PVC.
  • Radio dapat disetel dengan menyesuaikan kapasitor C6 variabel.

Minggu, 13 Oktober 2013

Skema Rangkaian Lampu Kunang-kunang

Kunang-kunang adalah sejenis binatang serangga yang di ekornya bisa mengeluarkan cahaya. Cahayanya bisa terlihat jelas pada malam hari. Cahaya yang dikeluarkan warnanya ada yang merah, kuning dan hijau. Kebanyakan yang kita lihat adalah warna hijau terang. Untuk melihat kunang-kunang sekarang sudah mulai sulit karena habitatnya sudah mulai rusak. Untuk mengobati kerinduan akan kehadiran kunang-kunang, kali ini saya akan memberikan skema Rangkaian Lampu kunang-kunang untuk anda. Rangkaian ini cukup sederhana sehingga cocok sekali untuk anda yang masih pemula dalam elektronika. Rangkaian ini menggunakan cahaya LED sebagai cahaya yang menyerupai kunang-kunang.
Skema Rangkaian Kunang-kunang
Gambar rangkaian kunang-kunang
Daftar Komponen:

U1 = NE 555 Timer IC
R1 = 10K,
R2 = 2M,
R3 = Potensiometer, 1M
C1 = 10uF, 25V,
D1 = Dioda, BAS16, atau IN4148,
D2 = LED, hijau warna cerah
Baterai Standard 9 Volt

Rangkaian kunang kunang ini bisa anda tempatkan di dinding kamar sebagai hiasan. Bisa anda tempatkan sedemikian rupa pada wadah yang kecil atau kotak sehingga yang terlihat nanti adalah lampu LED nya. Selamat berkreasi!

Kamis, 22 Agustus 2013

Pengaman Sepeda Motor Sederhana dengan Sensor Sentuh

Sepeda Motor adalah alat transportasi yang paling banyak digunakan dan paling rawan untuk dicuri apalagi tanpa pengaman sama sekali. Ada sahabat Facebook yang menanyakan bagaimana cara membuat Alarm Sepeda motor? Saya sebenarnya sudah memposting Alarm Sepeda Motor pada postingan sebelumnya. Rangkaian atau alat yang saya bahas kali ini sebenarnya bukan Alarm tapi Alat Pengaman Sepeda Motor Sederhana, meskipun sederhana namun cukup efektif untuk digunakan dan bisa anda coba pada sepeda motor kesayangan anda. Alat ini saya kutip dari rekan sesama blogger Sulhan Setiawan yang kepiawaiannya dalam bidang elektronika cukup mumpuni.
Dibawah ini adalah skema rangkaiannya:


Alat Pengaman Sepeda Motor ini menurut saya sangat unik, murah dan mudah untuk dirangkai. Biayanya tidak akan lebih dari 15 ribu rupiah. Alat ini dibangun dengan 2 transistor. Q1 sebagai driver relay dan Q2 sebagai penguat sensor. Ketika Sensor disentuh maka Relay akan bekerja dan motorpun bisa dihidupkan. Relay akan tetap bekerja terus sampai motor dimatikan kembali. Untuk mengetahui secara detil mengenai cara kerja dan pemasangannya silahkan kunjungi sumbernya http://www.sulhansetiawan.com/id/pengaman-sepeda-motor-dg-sensor-sentuh

Sabtu, 17 Agustus 2013

Alat Pijat Elektronik sederhana

Menjawab permintaan Sahabat Facebook yang menginginkan Skema Rangkaian Alat Pijat Elektrik, saya telah menemukan skemanya yang cukup sederhana yang saya ambil sumbernya dari 8085projects Sebenarnya cukup banyak yang membahas tentang alat pijat elektrik ini yang lebih bagus lagi namun untuk percobaan anda bisa mencobanya dengan rangkaian alat pijat elektrik sederhana ini. Meskipun sederhana namun cukup efektif untuk digunakan.
  

Rangkaian ini dasarnya adalah Multivibrator yang dibangun oleh VT1 dan VT2 yang menghasilkan frekuensi rendah, frekuensi osilasinya sekitar 2-3Hz, untuk memperkuat sinyal maka dibantu dengan transistor penguat VT3 dan VT4 dan kemudian outputnya di transfer ke Transformator untuk menghasilkan tegangan yang lebih tinggi lagi sekitar 100-180V. Tegangan tinggi inilah yang bekerja pada titik-titik meridian tubuh yang berfungsi seperti akupunktur jarum, inflasi, linen dan efek. Potensiometer berguna untuk menyesuaikan output pulsa yang berfungsi untuk kebutuhan yang berbeda. Dalam penggunaannya diharapkan untuk berhati hati karena outputnya menghasilkan tegangan yang cukup tinggi. Skema rangkaian alat pijat elektronik ini cukup dengan baterai 3volt saja.

Transistor yang digunakan menggunakan transistor Jenis PNP anda bisa mencobanya dengan transistor BC557 dan Trafonya bisa anda coba Trafo yang sudah jadi misalnya Trafo OT240. Selamat mencoba!

Senin, 22 Juli 2013

Skema rangkaian Lampu Darurat mini 9013

Ini adalah rangkaian Lampu Darurat mini (sederhana) yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan ketika lampu listrik padam. Lampu darurat ini dapat digunakan untuk misalnya pintu keluar, koridor, atau di gang. Namun rangkaian ini tidak cocok untuk aplikasi praktis karena ukuran kecil dan durasinya yang pendek. Rangkaian tidak menggunakan transformator sehingga kelihatannya begitu simpel dan biaya yang cukup murah.


Daftar Komponen:
Q1,Q2,Q3_________CS9013 or BC337 or 9014 NPN transistors 0.8A 100V
D1______________ 1N4004______1A__400V Diode or 1N4007(1000V)
D2_______________1N4148______75V 150mA Diodes
C1_______________47uF 50V____Electronlytic capacitors
R1_______________220K_____1/2W___resistors
R2_______________33K______1W___resistors
R3_______________10K______1/2W___resistors
R4_______________1K_______1/2W___resistors
R5______________15K_______1/2W___resistors
Lamp 2.4V 5W

  
Cara kerjanya:
Ketika listrik mati maka daya / tegangan dari listrik menjadi hilang, sehingga rangkaian mini yang dibangun dengan tegangan 3Volt ini akan bekerja dan menghidupkan lampu L1. R2, D1, R3 dan C1 dihubungkan sebagai catu daya DC sekitar 4.5V. D1-dioda digunakan sebagai penyearah untuk mengkonversi dari AC ke DC. Dan C1-kapasitor digunakan untuk kelancaran sinyal berfluktuasi (DCV sebagai pulsa).
Dalam kondisi normal, aliran arus melalui R4 untuk membatasi arus untuk Q1, dan kemudian akan menjadi transistor NPN sebagai switch yang mengontrol arus, dari R5 ke CE pin Q1 ke ground. Sebab itu tidak ada arus ke basis Q2, Q3 sehingga Lampu L1 mati. Ketika listrik mati maka Q1 mematikan, arus dapat mengalir melalui basis Q2, Q3 maka lampu akan menyala.

Untuk tegangan 3 Volt, teman teman bisa menggunakan NiCad Baterai atau baterai NiMH ukuran 1.2V x 2. Ini akan memberikan cahaya yang cukup. Ketika listrik mati maka sistem akan bekerja sehingga lampu akan menyala. Penggunaan SW1 untuk menghidupkan atau mematikan sirkuit ini.

Teman teman bisa membangun proyek ini pada Universal Board PCB karena beberapa komponen. Tapi kita harus hati-hati dengan tegangan AC. Sebaiknya ditempatkan pada kotak isolator.

Sumber Artikel: http://www.eleccircuit.com

Jumat, 29 Juni 2012

Rangkaian Pendeteksi kadar Air dalam Pot Tanaman

Rangkaian Tester kadar air pot tanaman ini sangat berguna sekali bagi yang suka menanam tanaman dalam pot apakah masih cukup kadar airnya atau kurang. Sehingga anda tidak usah kotor kotoran untuk mengetahui kadar air dalam pot. Rangkaian ini sangat sederhana sekali karena hanya membutuhkan beberapa komponen saja. Untuk Probe gunakan bahan logam seperti paku atau kawat.
Cara kerja dan pengetesan:
Untuk mencobanya anda siapkan pot yang berisi tanah kemudian berilah air secukupnya kemudian masukkan/tusukkan kedalam tanah di pot dan setel Potensiometer sampai menyala. Kemudian cobakan probe dimasukan ke tanah yang masih kering atau kadar airnya rendah, lampu Led seharusnya tidak menyala. Anda perlu menyesuaikan potensiometer 47k untuk mengatur tingkat di mana LED akan menyala.

Rabu, 23 Mei 2012

Rangkaian Alarm Sepeda Motor Sederhana

Alarm Motor Sederhana- Setelah saya amati keinginan para pembaca saya mencoba menyimpulkan bahwa kebanyakan pembaca mayoritas menyukai rangkaian yang sederhana semisal Alarm sepeda motor ini yang saya kutip dari dytoshareforum.forumotion.net. Rangkaian Alarm ini sangat sederhana sekali, siapapun pasti bisa memasangnya. Silahkan disimak....
       Alarm berguna untuk menghindari terjadinya pencurian sepeda motor. Berikut ini akan saya tuliskan bagaimana membuat alarm sendiri. Sirine dari alarm keamanan adalah menggunakan klakson yang sudah ada pada motor anda.
Cara kerja dari alarm yang saya buat ini adalah mematikan arus CDI sehingga mesin tidak dapat dihidupkan. Apabila kunci kontak dipaksa berada pada posisi ‘ON’ maka klakson akan berbunyi secara terus menerus walaupun kunci kontak dikembalikan pada posisi ‘OFF’ klakson akan tetap berbunyi. Hal ini pasti akan membuat sang pencuri menjadi panik dan memilih untuk kabur, hahaha...

Alat yang perlu disiapkan:
1. Solder dan timah
2. Gunting
3. Isolasi kabel

Bahan yang perlu disiapkan:
1. Saklar (switch) 3 kaki..........Rp 2.500
2. Relay 4 kaki......................Rp 15.000
3. Soket relay.......................Rp 5.000
4. Kabel 3 meter....................Rp 4.500

Diagram kelistrikan alarm:


Memasang saklar alarm:
Saklar alarm diletakkan pada daerah yang sulit dijangkau yaitu dibawah jok, seperti pada gambar dibawah. Potong kabel negatif CDI yang berwarna hitam bergaris putih, lalu sambungkan ke saklar alarm yang berkaki 3. Perhatikan posisinya!! Kabel dari cdi menuju ke saklar dipasang pada kaki nomer 1 (pinggir) sedangkan kabel dari potongan cdi menuju bodi itu dipasang pada kaki nomer 2 (tengah). Kemudian siapkan kabel panjang pada kaki nomer 3 (pinggir) menuju klakson, biarkan dahulu kita lanjut langkah memasang relay dulu yee..


Memasang relay:
Pasang relay pada soketnya, satukan kaki nomer 86 dengan kabel panjang dari saklar alarm yg tadi telah disiapkan, kemudian sambung ke negatif klakson (kabel klakson berwarna hijau). Sambung kaki nomer 30 dan 85 menjadi satu, lalu disambung ke positif klakson (kabel klakson berwarna oranye). Kaki nomer 87 dipasang ke aki, yaitu kabel merah pada soket berwarna hijau.


Pengetesan:
Selesai merakit rangkaian diatas, ada baiknya kita melakukan pengetesan sistem alarm yang kita buat itu.

Pertama, posisikan saklar alarm berada pada posisi OFF, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya tidak terjadi apa2). Kemudian hidupkan mesin (seharusnya mesin dapat hidup dengan sempurna), lakukan pengetesan pada klakson, teeet teeet teeet (seharusnya klakson dapat berfungsi normal). Jika semua terasa baik kemudian matikan kunci kontak pada posisi OFF.

Kedua, posisikan saklar alarm berada pada posisi ON, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya klakson akan berbunyi). Kemudian coba hidupkan mesin (seharusnya mesin tidak dapat dihidupkan). Langkah terakhir adalah mematikan kunci kontak ke posisi OFF (seharusnya klakson akan tetap berbunyi, berbunyi, dan teruuus berbunyi...)

Langkah terakhir adalah mematikan bunyi klakson alarm yang sanggup membuat telinga bergetar, bergetar dan bergetar... Cabut kunci kontak, buka jok, kemudian matikan alarm dengan memindahkan saklar alarm ke posisi OFF.

Demikian ulasan tentang uraian singkat sistem alarm pada sepeda motor. Semoga bermanfaat gan, Thanks...

http://dytoshareforum.forumotion.net

Minggu, 25 Maret 2012

Theft-Preventer-Alarm (Alarm anti maling)

 This circuit utilising a 555 timer IC can be used as an alarm system to prevent the theft of your luggage, burglars breaking into your house etc. The alarms goes ON when a thin wire, usually as thin as a hair is broken.
The circuit is straightforward. It uses a 555 IC wired as an astable multivibrator to produce a tone of frequency of about 1kHz which gives out a shrill noise to scare away the burglar.
The wire used to set off the alarm can be made of a thin copper wire like SWG 36 or higher.
You can even use single strands of copper form a power cable.

The circuit operates on a wide range of voltages from 5V to 15V.
The speaker and the circuit could be housed inside a tin can with holes drilled on the speaker side for the sound to come out.

Jumat, 23 Maret 2012

Rain Detector Circuit (Detektor Hujan)

Skema Rangkaian Detektor Hujan
Rangkaian ini sangat berguna untuk memberitahu kita bahwa hujan akan segera terjadi. Apalagi saat kita sedang menjemur pakaian. cara kerjanya cukup sederhana saat kita sedang nonton TV atau bahkan tertidur jika ada hujan turun maka secara otomatis rangkaian akan membunyikan alarm sehingga kita dapat segera memasukkan jemuran ke dalam rumah (asal kita terbangun saat mendengarnya.....).

Prinsip kerja rangkaian cukup sederhana. supaya lebih memahami prinsip kejanya coba lihat gambar rangkaian berikut.





angkaian ini akan menggunakan IC555 yaitu ic timer. pada aplikasi ini kita gunakan sebagai pembangkit sinyal kotak dengan frekuensi 1 KHz. Pada titik A-B kita hubungkan ke sensor air yang kita buat sendiri. Jika titik AB terhubung maka IC 555 akan mengahasilkan sinyal kotak pada kaki no 3 sehingga speaker akan berbunyi.

Untuk membuat sensor air sebenarnya terserah ukurannya yang jelas semakin lebar/besar semakin bagus karena kemungkinan tetes air hujan menganai papan semakin besar. dan jangan lupa meletakkan sensor air di luar rumah suapaya saat terkena air hujan sensor mejadi aktif. untuk aluminium foil kita bisa menggunakan bekas pembungkus makanan ringan.

Rangkaian Alarm Anti Maling dgn LDR

Skema Rangkaian Alarm dengan LDR
Pengertian rangkaian dan sistem digital erat kaitannya dengan pengertian rangkaian dan sistem pada bidang elektronika. Rangkaian elektronika didefinisikan sebagai kesatuan dari komponen-komponen elektronika baik pasif maupun aktif yang membentuk suatu fungsi pengolahan sinyal (signal processing). Dalam hal ini komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam operasinya tidak memerlukan catu daya dan sifatnya tidak dapat melakukan penguatan terhadap arus atau tegangan listrik, sedangkan
komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam operasinya memerlukan catu daya dan memiliki sifat dapat menguatkan sinyal atau tegangan listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, dan induktor, sedangkan contoh komponen aktif adalah transistor. Jenis pengolahan sinyal antara lain adalah penguatan sinyal (amplification), pembangkitan sinyal (oscillation), dan pemodulasian (modulation).

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

  • Daftar komponen yang digunakan
  • Resistor : R1 = 2 K 2 R4 = 2 K 2
  • R2 = 4 K 7 R5 = 1 K
  • R3 = 1 K
  • Kapasitor : C = 150µF / 12 VDC
  • Transistor : TR = BC178
  • SCR : Type SS 3328 atau FIR 3D
  • LDR : Type ORP 12
  • BUZZER : 6VDC
  • SAKLAR : S = Saklar SPDT
  • BATERAI : 6VDC

CARA KERJA RANGKAIAN
Rangkaian alarm ini sangat cocok dipakai untuk mengusir tamu tak diundang atau pencuri. Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen LDR (Light Different Resistance) yang dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu penerangan yang ada.

Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari LDR terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut.
Telah kita ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai alarm diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:
  1. Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.
  2. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor yang digunakan dalam rangkaian alarm ini adalah kapasitor elektrolisis jenis elektrolisis aluminium. Kapasitor jenis ini memiliki terminal positif dan terminal negatif. Kedua terminal ini harus disambungkan dengan polaritas yang benar.
  3. Transistor berfungsi untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  4. SCR fungsinya hampir sama dengan Transistor yaitu untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  5. LDR (Light Dependent Resistor) yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan dua buah elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang, banyak elektron yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga nilai tahanan listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah cahaya yang redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm dapat bekerja.
  6. Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.
  7. saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.
  8. Baterai berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.

Apabila saklar pertama dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang pertama yaitu yang diletakkan pada pintu rumah. Sehingga apabila ada seorang maling yang masuk kedalam rumah melalui pintu, maka cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terpotong dan alarm akan berbunyi.

Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang kedua yang diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja rangakaian alarm yang kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan tersebut, maka akan mengakibatkan cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terhalang dan alarm akan berbunyi.

Sedangkan apabila kedua saklar dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah kedua-duanya, sehingga apabila ada seorang pencuri yang masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan didalam ruangan rumah maka alarm akan berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar alarm dimatikan maka tidak ada alarm yang bekerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti maling tersebut dapat berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak mendapat cahaya lampu, karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang lebih tinggi daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya, sehingga alarm dapat bekerja atau berbunyi.

Rabu, 21 Maret 2012

Rangkaian Sekring|Fuse Otomatis

Simple electronic fuse
Skema Rangkaian Sekring|Fuse Otomatis
To restrict / security, electric current is usually used fuse/sekring or patron is dissolved when going short (konslet) will drop out and must be replaced with a new one. Then, in order not to drop out of each new change means that more money out to buy, then there fuse/sekring automatically work with the reset button. So there are problems with each short, fuse/sekring will automatic decided flow then to return it does not need to buy a new (if not broken) just press the reset the equipment will live again.

This is one of the simplest electronic
fuse circuit one can make. The circuit uses only one transistor, one SCR, one push button switch and two resistors.


The value of R1 can be obtained from the equation; [Imax] X [R1] = 0.7V.
R2 can be obtained from the equation; R2 = [Vs] X [1K Ohms].
Wattage rating of R1 can be obtained from the equation; W = [Imax] X [Imax] X [R1].
For this circuit to work the current consumption of the load must be greater than the holding current of the SCR.

The working of the circuit is very simple. Initially the load current flows through SCR and resistor R1.The value of R1 is so selected that, the maximum load current multiplied by the resistance of R1 is equal to 0.7 volts. When the load current exceeds the maximum value the voltage drop across R1 becomes more than 0.7V and switches transistor Q1 ON. Now the transistor completely bye passes the load current and the current through triac falls below the holding current. This makes the triac OFF. When SCR is OFF there will not be any current flow through R1 and so the voltage across it falls to 0.This makes the transistor OFF, completely isolating the load circuit.The fuse can be resetted by pressing S1.When S1 is pressed the SCR is again triggered and remains latched to conduct the load current.

Rangkaian Pendeteksi Air Hujan sederhana

circuit of rain detector uses a sensor made of a small piece of etched PC board and a simple SCR circuit to detect rain and sound a buzzer. The SCR could also be used to activate a relay, turn on a lamp, or send a signal to a security system.
rain detector circuitCircuit of rain detector

Component list of rain detector
  • R1 1K 1/4 W Resistor
  • R2 680 Ohm 1/4 W Resistor
  • D1 1N4001 Silicon Diode
  • BZ1 12V Buzzer
  • S1 SPST Switch
  • SCR1 C106B1 SCR 106CY
  • SENSOR
The sensor is a small piece of PC board etched to the pattern showen in the schematic. The traces should be very close to each other, but never touching. A large spiral pattern would also work.

Make sure to use a loud buzzer.

Rangkaian Pembangkit Melody|Musik Mainan

Circuit of musik|melody generator you can make using an IC.The UM66 series are CMOS IC’s designed for using in calling bell, phone and toys. It has a built in ROM programmed for playing music. The device has very low power consumption.Thanks for the CMOS technology.The melody will be available at pin3 of UM66 and here it is amplified by using transistor Q1 dan Q2 to drive the speaker.

 Pembangkit Melody MainanSkema Rangkaian Pembangkit Melody Mainan

UM66 is a pleasing music generator IC which works on a supply voltage of 3V. the required 3V supply is given through a zener regulator. its out put is taken from the pin no1 and is given to a push pull amplifier to drive the low impedance lowd speker. A clss A amplifier before pushpull amplifier can be used to decrese the noise and improve out put. UM66 is a 3 pin IC pakage just looks like a BC 547 transistor.

Notes
  • Power supply must be between 6V - 15V .
  • Melody begins from the first note if power is reseted.
  • Assemble the circuit on a good quality common board.


IC UM66 Description
The U66 series is a CMOS LSI designed melody generator IC for use in telephones and toys application. It has an on-chip ROM programmed for musical performance. Produced by CMOS technology, the device results in very low power consumption. And with built-in RC oscillator, a compact melody module can be constructed with only a few additional components.

 IC UM66

Pin No Designation Description
-1. Out put Melody out put
-2. +Vdd Positive power supply
-3. -Vss Negative Power supply

Features of UM66T series
-62 Note ROM Memory
-Voltage rating: 1.3V to 3.3 V
-Power on reset

Rangkaian Konverter 12 Volt ke 5 Volt

Konverter 12 Volt to 5  volt
Skema Rangkaian Konverter 12 Volt ke 5 Volt



Converter is a series of functions to change the voltage 12 to be 5 Volt. the core of this series is the zener diode. due to a fall in voltage Zener diode 12 will be 5.7 volt. voltage in 5.7 volt electrical currents strengthened by taransiator Q1

To get a different output voltage you can change the zener diode as needed. for example, if you need a converter from 12 to 9 volt change zener Diode eat 5.7 to 10 volt

components List:
  • R1 = 560 ohm
  • C1 = 1000uF/40V
  • C2 = 10uF/25V
  • C3 = 330nF
  • Z1 = 5,7V
  • Q1 = ECG184, NTE184

Sabtu, 17 Maret 2012

Lampu Lilin Elektronik

Meski sangat sederhana, lampu lilin elektronik ini sangat unik.

Karena lampu lilin ini dapat dipergunakan sebagai pengganti lilin biasa ketika sedang berulang tahun.
Sangat cocok bagi muda-mudi ataupun pasangan yang menginginkan kejutan dan suasana romantis bagi pasangannya.

Untuk menyalakannya kita hanya butuh menyalakan sebuah korek api, dengan catatan, penerangan ruangan sebelumnya harus dibuat agak redup.
Setelah LDR mendapat cahaya dari korek api, maka akan terjadi perubahan tahanan pada LDR. Sim salabim ...lampu menyala. Kejutan buat si dia.

Untuk mematikan kembali, kita dapat meniup LDR tersebut.

Jika anda dapat mengemas dalam bentuk yang cantik dan menarik, sangat memungkinkan menjadi komoditas yang menjanjikan.


Daftar Komponen :

Trimpot RV ………....….. 100 K
LDR……………………....... TIL-209
TRANSISTOR TR……… BC-108
Saklar Lampu…………… 3,1 V / 0,3 mA
Baterai…………………..... 3 buah

Jumat, 16 Maret 2012

Automatic Lamp Circuit

This series will work as the lighting will automatically turn on when the voltage net PLN off. If the net voltage on the series will off automatically.
Emergency Light chain scheme can be viewed directly on the image above



Components list:

R1
R2
C1
D1,D2
S1
Tr1
Trafo
L1,l2
Batery
: 33 Ohm
: 470 Omh
: 470 uF/16v
: 1n4001
:
switch (push on push off)
: BC 160 or BC 143
: 4,5 volt 200 mA
: lamp 2,5 volt
: NiCd 2x1,25 volt 2-4 Ah



Series of automatic lighting unit is very simple. Voltage electricity from the net PLN revealed by transformer Tr1 and change in DC with half-wave system by dioda D1 and capacitor C1.
Next portion 6 Volt DC is used to fill the 2 Ni-Cad Battery through R1 and D2 with a continuous flow of about 100 mA (charging current to a safe a Ni-Cad battery 2 Ah).

reverse bias between the base of emitor transistors T1 obtained from the voltage fall on the D2 will make transistors T1 does not work so that lamp will be off. When voltage net PLN suppressed, T1 base transistors will be biased flow through R2, transistors T1 will work and lamp on.

When the voltage net PLN entry, transistors T1 will does not work, the lamp will be off and the battery charged through R1 and D2

Kamis, 15 Maret 2012

Skema Rangkaian Pengusir Tikus

Tikus memang menjengkelkan, apalagi ketika sudah merusak barang kesayangan kita,dan kotorannya yang baunya minta ampun. Dengan alat pengusir tikus elektronik ini dapat membantu anda untuk mengusirnya:

Skema Rangkaian Pengusir Tikus

Rabu, 14 Maret 2012

Rangkaian Remot Kontrol Sederhana

Skema Rangkaian Remote Control Transmitter
By using the NE 555 and LM 567, we can make the system infra red remote control. Remote control works based on this reading frequency signal that is sent, so that the transmitter frequency signal must be the same as the receive frequency. Frequency on the remote control transmitter is determined by the value R1 and C1 based on the following equation:




As mentioned above, the remote control must have the same frequency with the frequency transmitted by the transmitter scheme. Recipient of this frequency range can be determined with the following equation:

Skema Rangkaian penerima Remote Control

To simplify the process of tuning, R1 at the recipient install a remote control in the variable resistor (VR). while the transmitter constant value (resistor still/ normal). If a series of remote control has finished in the raft, to know whether a series of working well, the first step must be done is make tuning, with the transmitter is turned on continuously, while R1 is set so that the recipient can detect the signal transmitter. If the tuning is successful, the relay recipient will remote control switch position, when it has happened means that a series of remote control is working well. to the next can try pressing the switch on the remote control at the sender (transmitter). should switch on when the press situation relay at the remote recipient will move poles

Selasa, 13 Maret 2012

ANEKA RANGKAIAN ELEKTRONIKA SEDERHANA

Pada posting kali ini saya akan menampilkan rangkaian elektronika sederhana yang mudah-mudahan dapat berguna dalam kehidupan kita sehari-hari.Saya memiliki 54 rangkaian yang sebagian sudah saya buat untuk kebutuhan rumah,untuk sementara saya tampilkan sebagian,saya tunggu komentar anda untuk kelanjutannya.Semua skema rangkaian saya kumpulkan dari tahun 1991 s/d tahun 2000.Silahkan pelajari dan praktekan.

1.SAKLAR OTOMATIS POMPA AIR
Seringkali air di penampungan di rumah kita selalu tumpah saat penampungan penuh.Lebih parah lagi kita lupa dan ditinggal begitu aja,alhasil air tumpah kemana-kemana.Saya pernah mengalami sampai air sumur saya habis,maklum saya tinggal diperumahan yang sumurnya asal ada,perumahan sekarang ya....gitu dech........
Sampai akhirnya saya memutar otak (asal jangan kepala kepala ikut muter) membuat alat pendeteksi tinggi rendahnya air.Inilah gambar rangkaian dan cara kerjanya :










Daftar komponen :
R1 = 100K C1,2 = 47n
R2 = 5K6 C3 = 220mf/25v
R3 = 680 Tr1,2,4,7,8 = FCS9012
R4 = 10 Tr3,5,6 = FCS9013
R5 = 1K D1-5 = IN4002
R6 = 270 Trafo 12v 350ma
R7 = 47K ab = PLN
R8 = 47K cd = Pompa Air
R9 = 100K
Relay = 12v DC
ABC = sensor (dari besi, stainlis atau lainnya)

C1,2 = 47n
C3 = 220mf/25v
Tr1,2,4,7,8 = FCS9012
Tr3,5,6 = FCS9013
D1-5 = IN4002
Trafo 12v 350ma
ab = PLN (input 220v AC)
cd = Pompa air

Cara kerja :
Misalkan kita menghendaki tinggi air dalam tangki tidak lebih tinggi dari titik A dan tidak lebih rendah dari titik B pompa air akan hidup sendiri dan bila menyentuh titik A pompa akan mati.

A=batas atas permukaan air yang dikehendaki
B=batas bawah air yang dikendaki
C=adalah kawat/kabel yang harus selalu menyentuh air di tempelkan ke badan tangki(kalu logam)

Akhirnya tangki air ga tumapah lagi.......
Mudah2an bermanfaat dan jangan lupa komentarnya dong!


2.SAKLAR OTOMATIS POMPA AIR-2












Keterangan :
Skema ini cara kerjanya sama dengan yang di atas (Versi lain)
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.



3.ALAT PENGUSIR NYAMUK
Gambar skema rangkaian :










Daftar Komponen :
R1 = 10K
R2 = 680 ohm 1/4watt
R3 = 1oo ohm 1/4watt
D1 = IN4001
P1 = potensio lineir
C1 = 0,01mf
Tr1 = UJT2646
Tr2 = BC548
Ls = tweeter

Cara kerja :
Biasanya yang sering mengigit itu adalah nyamuk betina sedangkan nyamuk betina tidak senang kalau didekati oleh nyamuk jantan.Rangkaian ini menghasilkan frekuensi tinggi suaranya menyerupai suara nyamuk jantan.Oleh karena itu nyamuk betina akan pergi.
(mudah2an aja nyamuk jantannya ga gigit setelah ditinggal nyamuk betina he.....he.....he........)
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.

4.PENIDUR ELEKTRONIK
Gambar dan skema Rangkaian :









Cara kerja rangkaian :
Alat ini akan menghsilkan suara yang berkesinambungan,sehingga kita akan monoton mendengarnya sampai akhirnya kita tertidur.
Untuk komponennya klik pada gambar.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.


5.DETEKTOR HUJAN
Gambar dan skema Rangkaian :









Cara kerja rangkaian :
Sensor dipasang ditempat yang terkena hujan dengan dua buah kabel.Dibuat kepingan logam dengan jarak 2mm dan dilapisi kain.Apabila sensor terkena hujan rangkaian akan mengeluarkan suara.Rangkaian ini dapat diaplikasikan lain,misal di sambung dengan rangkaian lain.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.


6.RANGKAIAN ADAFTOR
Gambar dan skema rangkaian :









Daftar Komponen :
D1-4 = IN4002
C1-2 = 100mf/25v
R1 = 560 ohm
Tr = 2SB178
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.


7.ALAT PENGETES DIODE
Gambar dan rangkaian:






Daftar Komponen :
T = Trafo 250/500ma
Dt= Diode yang di tes
D1-2 = In4002
L1-2 = Lampu indikator/pilot lamp 6v/50ma
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.

8.LAMPU DARURAT
Gambar dan rangkaian :







Daftar komponen :
Daftar komponen klik pada skema masing-masing rangkaian.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.

9.ANTI PENCURI SEDERHANA
Gambar dan skema rangkaian:







Daftar komponen :
AB = saklar push on
Sw1= saklar
Sw2= saklar relay
L = lampu indikator

Carakerjanya:
Bila A dan B bersentuhan sebentar saja,maka relay bekerja dan menarik Sw1,karena Sw2 dalam posisi on,maka relay akan tetap bekerja sehingga lampu akan menyala terus walaupun A dan B tidak bersentuhan lagi.Lampu dapat diganti dengan sirene.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.

10.SIRENE
Gambar dan rangkaian:







Carakerja rangkaian:

Bila lampu pada rangkaian menyala maka sinar lampu akan mengenai LDR,maka rangkaian sirene akan berbunyi.Keras tidaknya sirene tergantung terang tidaknya sinar lampu.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.

11.RADIO KRISTAL
Gambar dan skema rangkaian:





Daftar komponen klik pada gambar,untuk EP= koptelepon Z2000 dan ferrit untuk MW,satu set antena dipasang memanjang seperti kabel listrik,untuk IN60 adalah jenis germanium.
Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa komentarnya.