Tampilkan postingan dengan label Alarm Anti Maling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alarm Anti Maling. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

Rangkaian Alarm Sepeda Motor Sederhana

Alarm Motor Sederhana- Setelah saya amati keinginan para pembaca saya mencoba menyimpulkan bahwa kebanyakan pembaca mayoritas menyukai rangkaian yang sederhana semisal Alarm sepeda motor ini yang saya kutip dari dytoshareforum.forumotion.net. Rangkaian Alarm ini sangat sederhana sekali, siapapun pasti bisa memasangnya. Silahkan disimak....
       Alarm berguna untuk menghindari terjadinya pencurian sepeda motor. Berikut ini akan saya tuliskan bagaimana membuat alarm sendiri. Sirine dari alarm keamanan adalah menggunakan klakson yang sudah ada pada motor anda.
Cara kerja dari alarm yang saya buat ini adalah mematikan arus CDI sehingga mesin tidak dapat dihidupkan. Apabila kunci kontak dipaksa berada pada posisi ‘ON’ maka klakson akan berbunyi secara terus menerus walaupun kunci kontak dikembalikan pada posisi ‘OFF’ klakson akan tetap berbunyi. Hal ini pasti akan membuat sang pencuri menjadi panik dan memilih untuk kabur, hahaha...

Alat yang perlu disiapkan:
1. Solder dan timah
2. Gunting
3. Isolasi kabel

Bahan yang perlu disiapkan:
1. Saklar (switch) 3 kaki..........Rp 2.500
2. Relay 4 kaki......................Rp 15.000
3. Soket relay.......................Rp 5.000
4. Kabel 3 meter....................Rp 4.500

Diagram kelistrikan alarm:


Memasang saklar alarm:
Saklar alarm diletakkan pada daerah yang sulit dijangkau yaitu dibawah jok, seperti pada gambar dibawah. Potong kabel negatif CDI yang berwarna hitam bergaris putih, lalu sambungkan ke saklar alarm yang berkaki 3. Perhatikan posisinya!! Kabel dari cdi menuju ke saklar dipasang pada kaki nomer 1 (pinggir) sedangkan kabel dari potongan cdi menuju bodi itu dipasang pada kaki nomer 2 (tengah). Kemudian siapkan kabel panjang pada kaki nomer 3 (pinggir) menuju klakson, biarkan dahulu kita lanjut langkah memasang relay dulu yee..


Memasang relay:
Pasang relay pada soketnya, satukan kaki nomer 86 dengan kabel panjang dari saklar alarm yg tadi telah disiapkan, kemudian sambung ke negatif klakson (kabel klakson berwarna hijau). Sambung kaki nomer 30 dan 85 menjadi satu, lalu disambung ke positif klakson (kabel klakson berwarna oranye). Kaki nomer 87 dipasang ke aki, yaitu kabel merah pada soket berwarna hijau.


Pengetesan:
Selesai merakit rangkaian diatas, ada baiknya kita melakukan pengetesan sistem alarm yang kita buat itu.

Pertama, posisikan saklar alarm berada pada posisi OFF, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya tidak terjadi apa2). Kemudian hidupkan mesin (seharusnya mesin dapat hidup dengan sempurna), lakukan pengetesan pada klakson, teeet teeet teeet (seharusnya klakson dapat berfungsi normal). Jika semua terasa baik kemudian matikan kunci kontak pada posisi OFF.

Kedua, posisikan saklar alarm berada pada posisi ON, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya klakson akan berbunyi). Kemudian coba hidupkan mesin (seharusnya mesin tidak dapat dihidupkan). Langkah terakhir adalah mematikan kunci kontak ke posisi OFF (seharusnya klakson akan tetap berbunyi, berbunyi, dan teruuus berbunyi...)

Langkah terakhir adalah mematikan bunyi klakson alarm yang sanggup membuat telinga bergetar, bergetar dan bergetar... Cabut kunci kontak, buka jok, kemudian matikan alarm dengan memindahkan saklar alarm ke posisi OFF.

Demikian ulasan tentang uraian singkat sistem alarm pada sepeda motor. Semoga bermanfaat gan, Thanks...

http://dytoshareforum.forumotion.net

Selasa, 24 April 2012

Alarm Sepeda Motor Sensor Magnet

Rangkaian Alarm Sepeda Motor | Pengaman Sepeda Motor ini sangat bermanfaat sekali untuk mengamankan sepeda motor kesayangan anda, orang lain tidak akan bisa mengoperasikannya meskipun kita berikan kunci motornya yang ada hanya alarm yang berbunyi namun motornya tidak bisa dioperasikan baik dengan starter maupun dengan kick starter, sehingga pencuri pun akan kaget dan segera meninggalkan motor anda. Hanya anda sendiri yang bisa mengoperasikannya karena sensor penggeraknya ada pada anda.


Skema Rangkaian Alarm Sepeda Motor

Penyambungan Kabel
A  : Ke Accu
B  : Ke kontak setelah dipotong
C  : Ke Pulser
D  : Ke sistem pengapian CDI, elektrik starter, lampu rem, lampu sign dsb.
E  : Ke massa

CARA KERJA RANGKAIAN :
Rangkaian dibuat sedemikian rupa sehingga saat standby maupun saat dioperasikan betul-betul tidak berpengaruh terhadap kinerja sepeda motor tersebut. Rangkaian akan bekerja saat kontak di ON kan.
Saat kunci kontak di ON kan arus dari accu melalui kunci kontak dan S2 akan langsung ke alarm (AL) yang dikendalikan oleh SCR 2P4M.
Sementara itu secara bersamaan arus juga akan ke titik B dan ke gate SCR melalui resistor 47 K ohm yang akan memicu SCR dan langsung akan menyebabkan SCR tersebut bekerja. Dengan demikian SCR akan ON dan alarm (AL) akan mendapat tenaga dan berbunyi.
Meskipun kontak di OFF kan sirine akan tetap dioperasikan karena SCR mengunci (laching). Bersamaan dengan itu rangkaian relay yang dikendalikan oleh transistor 1 dan 2 belum bekerja, sehingga titik C yang dihubungkan ke pulser sepeda motor tetap akan di hubung singkatkan ke ground melalui S2. (untuk sepeda motor dengan pengapian DC, titik C boleh ditiadakan).
Hal ini memungkinkan sepeda motor tidak akan dapat di start baik dengan elektrik maupun kick starter.
Uraian di atas sangat jelas merupakan langkah pengamanan sepeda motor, alarm (AL) berbunyi sementara motor tidak dapat dioperasikan.
Untuk mengoperasikannya kontak harus di ON kan lagi bersamaan dengan mendekatkan magnet pada reed switch.
Reed switch akan dihubungkan dan melalui resistor 47 K ohm, reed switch dan resistor 1 K ohm akan ke basis transistor 1 dan sekaligus meng ON kan transistor 1, demikian juga transistor 2.
Dengan ON nya transistor 1 dan 2 menyebabkan relay mendapat tenaga, dan kontak-kontak pada relay akan berpindah posisi.
Tegangan yang pada mulanya ke alarm (AL) akan diputuskan sehingga alarm berhenti, bersamaan dengan itu pulser juga diputuskan dari ground.
Hal lain yang terjadi titik D akan dihubungkan dengan tegangan dari accu yang berfungsi mengunci kerja transistor 1 dan 2 dan sekaligus memberikan tegangan pada sistem kelistrikan pada sepeda motor tersebut, misalnya elektrik stater, pengapian CDI dll.

CARA PENGOPERASIAN
Untuk menyalakan sepeda motor tempatkan magnet kecil pada tempat sensor (reed switch) bersamaan dengan meng ON kan kunci kontak.
Sesaat setelah di ON kan akan terdengar alarm berbunyi tetapi hanya sesaat saja, dan sepeda motorpun siap untuk dioperasikan.

PERAKITAN DAN PENEMPATAN RANGKAIAN
Rangkaian harus dirangkai dan dikemas sedemikian rupa sehingga tahan terhadap guyuran air terutama pada saat sepeda motor tersebut dicuci.
Untuk menempatkan rangkaian harus ditempatkan pada tempat yang tidak mudah untuk dibongkar dan sifatnya rahasia terutama tempat sesor (reed switch) sehingga hanya kita yang dapat mengetahui dan mengoperasikan sepeda motor tersebut.

Untuk sepeda motor jenis Mio pengalaman saya Sensor Reed Switch disimpan dibawah injakan kaki. Penutup bawah injakan bisa anda buka untuk menanam sensor didalamnya, sehingga aman dari guyuran air saat motor dicuci. Untuk magnet sebagai penggerak Relay Reed Switch simpan dibawah sendal atau sepatu, sehingga orang lain tdk tahu penggeraknya ada dimana. Pengalaman saya lucu juga ketika orang lain saya suruh starter namun gak bisa bisa padahal ya itu tadi orang lain tidak punya magnet dibawah sendalnya..haha..

Selamat Mencoba, Semoga berhasil!!

Rabu, 28 Maret 2012

Alarm Circuit For Motorcycle using CD4001


 Simple Alarm for motorcycle with a CD4001

This is a simple alarm circuit for a check with a 4001. You can use it to protect our home, motorcycle, car or any other application that comes to mind. In this circuit you will make a computer simulation with Livewire and then design the printed circuit Kicad.

OPERATION
SW1 is a normally closed switch when pressed triggers the flip-flop formed by the two NOR gates of the CD4001 and remains in that state for a time determined by the time constant of R5-C2. This time is the one who keeps the relay RL1 and operated by its two contacts that we investors will control two loads, for example a siren and a light or any other that we connect to P3 and P4.
After that time elapsed, the relay disconnects the circuit will soon be the alarm to be triggered again.
We can replace the switch Sw1 a PIR motion sensor, an infrared barrier, a smoke detector, gas detector, a magnetic sensor, a panic button or other device to act as a switch closed and opened fire at the alarm.
PRINTED CIRCUIT DESIGN
For the circuit we can only practical substitute for a preset R5 (RV1) so you can easily adjust the monitor while the charges.

Minggu, 25 Maret 2012

Theft-Preventer-Alarm (Alarm anti maling)

 This circuit utilising a 555 timer IC can be used as an alarm system to prevent the theft of your luggage, burglars breaking into your house etc. The alarms goes ON when a thin wire, usually as thin as a hair is broken.
The circuit is straightforward. It uses a 555 IC wired as an astable multivibrator to produce a tone of frequency of about 1kHz which gives out a shrill noise to scare away the burglar.
The wire used to set off the alarm can be made of a thin copper wire like SWG 36 or higher.
You can even use single strands of copper form a power cable.

The circuit operates on a wide range of voltages from 5V to 15V.
The speaker and the circuit could be housed inside a tin can with holes drilled on the speaker side for the sound to come out.

FM radio-controlled anti-theft alarm



This FM radio-controlled anti- theft alarm can be used with any vehicle having 6- to 12-volt DC supply system. The mini VHF, FM transmitter is fitted in the vehicle at night when it is parked in the car porch or car par







 

The receiver unit with CXA1019, a single IC-based FM radio module, which is freely available in the market at reasonable rate, is kept inside. Receiver is tuned to the transmitter's frequency. When the transmitter is on and the signals are being received by FM radio receiver, no hissing noise is available at the output of receiver. Thus transistor T2 (BC548) does not conduct. This results in the relay driver transistor T3 getting its forward base bias via 10k resistor R5 and the relay gets energised. When an intruder tries to drive the car and takes it a few metres away from the car porch, the radio link between the car (transmitter) and alarm (receiver) is broken. As a result FM radio module gene-rates hissing noise. Hissing AC signals are coupled to relay switching circ- uit via audio transformer. These AC signals are rectified and filtered by diode D1 and capacitor C8, and the resulting positive DC voltage provides a forward bias to transistor T2. Thus transistor T2 conducts, and it pulls the base of relay driver transistor T3 to ground level. The relay thus gets de-activated and the alarm connected via N/C contacts of relay is switched on. If, by chance, the intruder finds out about the wireless alarm and disconnects the transmitter from battery, still remote alarm remains activated because in the absence of signal, the receiver continues to produce hissing noise at its output. So the burglar alarm is fool-proof and highly reliable

Jumat, 23 Maret 2012

Rangkaian Alarm Ganda


Skema Rangkaian Alarm Ganda
Dengan rangakaian ini alarm dapat dipicu oleh beberapa kondisi :
1. Banyaknya cahaya pada LDR1 meningkat
2. Ketika LDR2 terhalangi oleh bayangan
3. Ketika switch pada pintu terbuka atau kebel putus
4. Ketika titik point ada yang memegang


LDR1 harus diletakkan pada posisi yang gelap seperti di dekatnya lubang kunci pada pintu. Saat si pencuri menyalakan senter dan berusaha mencari lubang kunsi pada pintu maka LDR1 akan terkena cahaya sehingga pin 6 (IC NE556) akan mendapat triger sehingga IC NE556 mengaktifkan T1. Selanjutnya T1 kan mengaktifkan relay.VR 1 untuk mengatur kepekaan LDR1.

LDR2 kita letakkan ditempat yang terkena cahaya (lorong misalnya). Saat ada banyangan orang lewat maka LDR2 akan kena bayangan sehingga akan mengaktifkan pin 8 (pin 8 low) maka pin 9 high. T1 aktif dan relay aktif juga. Kepekaan LDR2 diatur oleh VR2.

Titik AB kita pasang pada pintu atau jendela. JIka AB short maka alarm aktif. Titik CD meruapkan seutas kabel. Jika kabel ini putus maka alarm aktif.

Relay bisa kita hubungkan ke lampu dan sirene.

Rangkaian Alarm Anti Maling dgn LDR

Skema Rangkaian Alarm dengan LDR
Pengertian rangkaian dan sistem digital erat kaitannya dengan pengertian rangkaian dan sistem pada bidang elektronika. Rangkaian elektronika didefinisikan sebagai kesatuan dari komponen-komponen elektronika baik pasif maupun aktif yang membentuk suatu fungsi pengolahan sinyal (signal processing). Dalam hal ini komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam operasinya tidak memerlukan catu daya dan sifatnya tidak dapat melakukan penguatan terhadap arus atau tegangan listrik, sedangkan
komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam operasinya memerlukan catu daya dan memiliki sifat dapat menguatkan sinyal atau tegangan listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, dan induktor, sedangkan contoh komponen aktif adalah transistor. Jenis pengolahan sinyal antara lain adalah penguatan sinyal (amplification), pembangkitan sinyal (oscillation), dan pemodulasian (modulation).

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

  • Daftar komponen yang digunakan
  • Resistor : R1 = 2 K 2 R4 = 2 K 2
  • R2 = 4 K 7 R5 = 1 K
  • R3 = 1 K
  • Kapasitor : C = 150µF / 12 VDC
  • Transistor : TR = BC178
  • SCR : Type SS 3328 atau FIR 3D
  • LDR : Type ORP 12
  • BUZZER : 6VDC
  • SAKLAR : S = Saklar SPDT
  • BATERAI : 6VDC

CARA KERJA RANGKAIAN
Rangkaian alarm ini sangat cocok dipakai untuk mengusir tamu tak diundang atau pencuri. Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen LDR (Light Different Resistance) yang dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu penerangan yang ada.

Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari LDR terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut.
Telah kita ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai alarm diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:
  1. Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.
  2. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor yang digunakan dalam rangkaian alarm ini adalah kapasitor elektrolisis jenis elektrolisis aluminium. Kapasitor jenis ini memiliki terminal positif dan terminal negatif. Kedua terminal ini harus disambungkan dengan polaritas yang benar.
  3. Transistor berfungsi untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  4. SCR fungsinya hampir sama dengan Transistor yaitu untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  5. LDR (Light Dependent Resistor) yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan dua buah elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang, banyak elektron yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga nilai tahanan listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah cahaya yang redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm dapat bekerja.
  6. Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.
  7. saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.
  8. Baterai berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.

Apabila saklar pertama dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang pertama yaitu yang diletakkan pada pintu rumah. Sehingga apabila ada seorang maling yang masuk kedalam rumah melalui pintu, maka cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terpotong dan alarm akan berbunyi.

Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang kedua yang diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja rangakaian alarm yang kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan tersebut, maka akan mengakibatkan cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terhalang dan alarm akan berbunyi.

Sedangkan apabila kedua saklar dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah kedua-duanya, sehingga apabila ada seorang pencuri yang masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan didalam ruangan rumah maka alarm akan berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar alarm dimatikan maka tidak ada alarm yang bekerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti maling tersebut dapat berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak mendapat cahaya lampu, karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang lebih tinggi daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya, sehingga alarm dapat bekerja atau berbunyi.

Rabu, 21 Maret 2012

Rangkaian Alarm Anti Maling

Anti-theft alarm circuit it produces an audible alarm when fridge is left open for a preset time.Rangkaian This versatile alarm is based on two 555 timer IC's. Both ICS are wired as astable Multivibrators.An LDR is connected in parallel to the timing capacitor
 Alarm LDR  anti maling
Skema Rangkaian Alarm anti maling
C1 of IC 1.When is completely close door there will be no light inside the fridge and offers high resistance LDR R1 keeping fully charged.When door is left open, the lamp inside the fridge will remain glown, LDR will be illuminated, and its falls.This resistance makes
C1 stops charging and starts to discharge (In simple words, this is because at low resistance LDR bye passes much of the current in the parrallel path and capacitor gets less current). Now IC 1 starts oscillating
slightly and after a preset time of 25 ( time T1) seconds high.This its output goes out put makes the Ic 2 to produce oscillations and results in a beeping sound for next 20 (time T2) seconds and cycle is repeated till door is closed.


List Component alarm anti maling:
  • R1: 10K 1/4W Resistance
  • R3: 2.2 M 1/4W Resistance
  • R4: 1M 1/4W Resistance
  • C1: 10µF/25V Electrolytic Capacitance
  • C2: 100nF/63V Polyester Capacitance
  • D1: 1N4001 Diode
  • IC1,IC2: NE 555 Timer ICs
  • BZ1: Piezo Buzzer
  • B1: 3V Cell

Note:
Assemble the circuit on a good quality PCB .Time T1 & T2 can be adjusted by varying C1, C2, R1, R4 etc (Refer data sheet of 555). Place the LDR close enough to the lamp inside the fridge.

IC 555 Pin No Designation Description
 IC 555
  1. Ground, is the input pin of the source of the negative DC voltage
  2. Trigger, negative input from the lower comparators (comparator B) that maintain oscillation capacitor voltage in the lowest 1 / 3 Vcc and set RS flip-flop
  3. Output, the output pin of the IC 555.
  4. Reset, the pin that serves to reset the latch inside the IC to be influential to reset the IC work. This pin is connected to a PNP-type transistor gate, so the transistor will be active if given a logic low. Normally this pin is connected directly to Vcc to prevent reset
  5. Control voltage, this pin serves to regulate the stability of the reference voltage negative input (comparator A). This pin can be left hanging, but to ensure the stability of the reference comparator A, usually associated with a capacitor of about 10nF to berorde pin groun
  6. Threshold, this pin is connected to the positive input (comparator A) which will reset the RS flip-flop when the voltage on the capacitor from exceeding 2 / 3 Vc
  7. Discharge, this pin is connected to an open collector transistor Q1 is connected to ground emitternya. Switching transistor serves to clamp the corresponding node to ground on the timing of certain
  8. Vcc, pin it to receive a DC voltage supply. Usually will work optimally if given a 5-15V. the current supply can be seen in the datasheet, which is about 10-15mA.

Selasa, 20 Maret 2012

Rangkaian Alarm Mobil

Salah satu jenis alarm yang sudah banyak digunakan saat ini adalah alarm mobil. Rangkaian alarm mobil sangat dibutuhkan tentunya jika anda ingin membuat alarm mobil sendiri. Lihat gambar rangkaian alarm mobil dibawah ini:


Gambar Skema Rangkaian Alarm Mobil Elektronik:




Skema Rangkaian Alarm Mobil


This FM radio-controlled anti- theft alarm can be used with any vehicle having 6- to 12-volt DC supply system. The mini VHF, FM transmitter is fitted in the vehicle at night when it is parked in the car porch or car park.


The receiver unit with CXA1019, a single IC-based FM radio module, which is freely available in the market at reasonable rate, is kept inside. Receiver is tuned to the transmitter's frequency. When the transmitter is on and the signals are being received by FM radio receiver, no hissing noise is available at the output of receiver. Thus transistor T2 (BC548) does not conduct. This results in the relay driver transistor T3 getting its forward base bias via 10k resistor R5 and the relay gets energised.


When an intruder tries to drive the car and takes it a few metres away from the car porch, the radio link between the car (transmitter) and alarm (receiver) is broken. As a result FM radio module gene-rates hissing noise. Hissing AC signals are coupled to relay switching circ- uit via audio transformer. These AC signals are rectified and filtered by diode D1 and capacitor C8, and the resulting positive DC voltage provides a forward bias to transistor T2. Thus transistor T2 conducts, and it pulls the base of relay driver transistor T3 to ground level. The relay thus gets de-activated and the alarm connected via N/C contacts of relay is switched on.


If, by chance, the intruder finds out about the wireless alarm and disconnects the transmitter from battery, still remote alarm remains activated because in the absence of signal, the receiver continues to produce hissing noise at its output. So the burglar alarm is fool-proof and highly reliable.

Kamis, 15 Maret 2012

Alarm Sepeda motor Anti Maling (IC555)

Skema Rangkaian Anti Maling

 
 Lay Out PCB

Alarm Sepeda motor Anti Maling

Rangkaian Alarm Sepeda motor ini sangat cocok untuk kendaraan anda baik motor maupun mobil juga bisa sehingga maling yang akan membawa motor kemungkinan besar akan berfikir akan keselamatan dirinya dari si empunya motor atau dari orang sekitar yang mendengar alarm. Berikut ini rangkaiannya sangat sederhana sekali.