Tampilkan postingan dengan label Sensor suhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensor suhu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2013

Skema Rangkaian Kipas Pendingin Otomatis

Alat atau benda elektronik yang sering bekerja tentunya akan menjadi panas. Ketika panasnya berlebih maka dibutuhkan pendingin misalnya Kipas. Nah, pendingin manual akan terus menerus bekerja tanpa henti agar alat tidak menjadi panas. Kalau pendingin terus menerus bekerja kemungkinan besar pendinginnya akan cepat rusak dan listrikpun akan boros. Oleh karena itu kita memerlukan sebuah pendingin otomatis atau kipas pendingin otomatis. Kipas Pendingin Otomatis ini akan bekerja ketika alat menjadi panas dan akan berhenti bekerja ketika alat dingin kembali atau dalam keadaan normal.
Berikut ini adalah Skema rangkaian kipas pendingin otomatis:


Daftar Komponen:
Resistors 1/4W + 5%
R1, R8, R9, R10, R11_________1K
R2________________________300ohm
R3________________________15K
R4________________________10K
R5________________________5.6K
R6________________________4.7K
R7________________________100K
VR1_____________500 ohms
C1, C2_______100uF 16V Electrolyte
D1, D2______1N4148___ 75V 150mA Diodes
IC__________LM334Z_constant current source
and temperature sensor
IC1_________LM324_Quad OP-AMP
IC2_________CD4027_
Q1__________C9013__PNP transistor
Other parts
Relay____12V______________1 pcs.
Socket 16 pin_______________1 pcs.
Socket 14 pin_______________1 pcs.
LED______________________1 pcs.
Kipas 12V________________1 pcs.


Dasar sirkuit untuk sensor suhu ini menggunakan IC LM334z. Dalam penerapannya IC sensor suhu LM334z ini cukup direkatkan saja pada heatsink atau pada alatnya dengan menggunakan silicon. Kaki IC sensornya menggunakan kabel menuju rangkaian. Untuk lebih detilnya kunjungi aja ke sumbernya eleccircuit.com

Proyek ini bisa digunakan misalnya untuk pendingin Heatsink pada rangkaian elektronika seperti Amplifier, Komputer, Adaftor, Pemancar Radio dan lain lain.

Jumat, 19 Juli 2013

Skema rangkaian pengontrol suhu dengan LM35DZ


Sebelumnya kami telah memberikan postingan mengenai skema rangkaian penetas telur otomatis. Rangkaian ini cara kerjanya tidak jauh berbeda yakni untuk mengontrol suhu ruangan agar konstan pada suhu tertentu. Rangkaian ini outputnya menggunakan relay yang bisa diaplikasikan misalnya untuk mesin penetas telur otomatis, atau untuk menggerakan kipas angin di ruangan, atau untuk pengontrol suhu di mobil. Rangkaian ini memakai sensor suhu LM35DZ.  Ketika LM35DZ mendeteksi suhu lebih tinggi dari tingkat preset (ditetapkan oleh VR1), maka relai akan bekerja. Ketika suhu turun di bawah suhu preset, relay akan mati. Rangkaian dapat didukung oleh AC atau DC 12V pasokan daya atau baterai (100mA min.).

Skema rangkaian
Skema rangkaian pengontrol suhu LM35DZ
Layout PCB

Layout pcb pengontrol suhu LM35DZ

Daftar komponen:
IC1 : LM35DZ
IC2 : TL431
IC3 : LM358
LED1 – 3mm or 5mm LED
Q1 – General purpose PNP transistor ( A1015,…) with E-C-B pin-out)
D1, D2 — 1N4148
D3, D4 — 1N400x (x=2,,,,.7)
ZD1 — Zener diode, 13V, 400mW
Preset (trim pot) : 2.2K (Temperature set point)
R1 – 10K
R2 – 4.7M
R3 – 1.2K
R4 – 1K
R5 – 1K
R6 – 33Ω
C1 – 0.1 µF ceramic or mylar cap
C2 – 470 µF or 680 µF electrolytic cap. (16V min)
Relay – DC12V DPDT, Coil = 400 Ω or higher

Sumber: http://www.escol.com.my

Senin, 18 Maret 2013

Skema rangkaian mesin penetas telur otomatis

Skema rangkaian penetas telur otomatis ini cukup sederhana dan mudah untuk dibuat. Komponen utama dari rangkaian ini adalah thermistor. Thermistor adalah komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Dengan sensor ini tentunya kita bisa mengatur suhu ruangan sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu skema rangkaian ini bisa dipakai untuk mesin penetas telur otomatis. Mesin penetas telur otomatis itu pada prinsipnya ketika suhu meningkat lebih dari seharusnya atau setelannya maka pemanas atau lampu akan padam atau kipas penyedot akan menyala. Dan ketika suhu ruangan melewati batas suhu terendah maka pemanas atau lampu akan menyala. Skema rangkaian yang saya berikan ini sangat tepat dengan prinsip atau cara kerja dari sebuah mesin penetas telur otomatis.

Skema rangkaian penetas telur otomatis
Transistor menggunakan jenis PNP misal  ZT2284 atau BC557 atau BD140

Ilustrasi penempatan alat:


Cara kerja rangkaian:

Suhu ruangan untuk mesin penetas telur biasanya 37.8° C atau 100° F. Ketika suhu ruangan diatas 38°C relay akan bekerja untuk menghidupkan kipas penyedot dan mematikan lampu. Ketika suhu ruangan turun dibawah 37° C maka relay mati dan lampupun menyala. Lamanya relay bekerja diatur oleh VR2 (Hysteresis= perbandingan suhu tertinggi dengan terendah). Perbedaan suhu hanya berkisar 0.5°-1°. . VR1 mengatur tinggi rendahnya suhu yang ingin dicapai. VR3 untuk menghaluskan pengaturan suhu yang ingin dicapai.

Catatan:
Relay yang digunakan menggunakan relay yang 2 Pin, Pin pertama untuk kipas, dan pin satunya lagi bisa digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Ketika relay mendapat tegangan atau lagi bekerja maka lampu mati demikian pula sebaliknya ketika relay tidak mendapat tegangan maka lampu menyala. Jadi tidak usah membuat rangkaian yang kedua.

Sumber:  http://www.craig.copperleife.com