Tampilkan postingan dengan label Resistor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resistor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Menghitung Nilai Resistor

Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of current flowing in one circuit. As the name implies is a resistive resistor and generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W (Omega).

A common type of resistor is shaped tube with two feet of copper on the left and right. In the body there is formed a circle bracelet color code to identify the user greater ease without measuring the amount of resistance with ohmmeter. Color code is the manufacturing standards issued by EIA (Electronic Industries Association). as shown in the table below.

Table Gelang Warna Resistor



Example:
The order of the color ring (4 rings resistor color (4 gelang warna)): red, Purple, blue, gold
  • bracelet color 1: the first number
  • bracelet color 2: the second number
  • bracelet color 3: the multiplication factor
  • bracelet color 4: tolerance
The order of the color rings (5 rings resistor color (5 gelang warna)): brown, red, black, orange, brown
  • bracelet color 1: the first number
  • bracelet color 2: the second number
  • bracelet color 3: the third number
  • bracelet color 4: the multiplication factor
  • bracelet color 5: tolerance
The amount depends on the size watt resistor or the maximum power that can hold by resistors. Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts. Resistor has a maximum power of 5, 10 and 20 watts is generally shaped white blocks and the value Direct printed dibadannya resistance, such as 1K 5W.

Menghitung Rumus Resistor Seri/Paralel

Basically, all materials have resistive properties but some materials such as copper, silver, gold and metal materials generally have very little resistance. These materials deliver the electrical current very well, so-called conductors. The opposite of a conductive material, materials such as rubber, glass, carbon has a greater resistance restrain the flow of electrons and are called insulators.

Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of current flowing in one circuit. As the name implies is a resistive resistor and generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W (Omega).

Resistor physical

Other specifications that need to be considered in choosing a design resitor the resistance is greater than big watts his. Because resistors working with electrified, there will be a power dissipation of heat for W = I2R watts. The greater the physical size of a resistor can demonstrate the greater ability of the resistor power dissipation.

Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts. Resistor which has a power dissipation of 5, 10 and 20 watts generally cubic-shaped elongated white square, but there is also a cylindrical. But usually for this jumbo-sized resistor resistance value printed directly on the body, for example 100W5W.


Rumus mengitung nilai resistor seri|paralel

Resistor paralel
Series of resistors in parallel will result in a replacement value of the smaller resistance. Below is an example of resistors that are arranged in parallel.

In parallel resistor circuit applies the formula:

Resistor seri
Series of resistors in series will result in the total resistance value is growing. In Below are examples of resistors arranged in series.

Series resistor in the circuit applies the formula:


Selasa, 07 September 2010

Ressistor Seri dan Pararel

Seri: masing-masing dilewati arus yang sama
RT = R1 +R2 +R3

Paralel : masing-masing mendapat tegangan yang sama
1/RT = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3





Yang dimaksud dengan rangkaian seri ialah apabila beberapa resistor dihubungkan secaraberturut-turut, yaitu ujung-akhir dari resistor pertama disambung dengan ujung-awal dari resistorkedua dan seterusnya. Jika ujung-awal resistor pertama dan ujung-akhir resistor pertama dan ujung akhir resistor terakhir diberikan tegangan maka arus akan mengalir berturut-turut melalui semua resistor yang besarnya sama. Sedangkan Resistor jika dihubung paraprel maka sebaliknya tahanannya akan semakin kecil lihat rumus di atas.

Ketika dua resistor yang terhubung secara paralel, tegangan yang sama muncul di masing-masing resistor. Namun, masing-masing resistor menyediakan jalur sendiri untuk aliran arus. Jika resistor memiliki nilai resistansi yang berbeda, mereka akan membawa arus jumlah yang berbeda, masing-masing sesuai dengan Hukum Ohm.


Kamis, 15 April 2010

Tipe Resistor

Macam-macam resistor :
a.Resistor tetap, disebut weerstand (bahasa Belanda) yang kaki-kakinya terletak pada ujung-ujungnya dan dalam praktek dapat dipasang bolak-balik. Nilai resistor dinyatakan dengan warna gelang yang melingkar pada bagian luar resistor tersebut. Kode warna gelang diciptakan oleh perkumpulan pabrik-pabrik radio Eropa dan Amerika yang bernama RMA (Radio Manufactores Association). Setiap resistor ditandai dengan 4 warna gelang, dimana warna-warna  tersebut melambangkan angka-angka sebagai berikut :
Hitam    : 0 (nol); Coklat: 1 (satu); Merah: 2 (dua); Jingga: 3 (tiga); Kuning    : 4 (empat); Hijau : 5 (lima); Biru: 6 (enam); Ungu: 7 (tujuh);Kelabu    : 8 (delapan); Putih: 9 (sembilan)
Warna-warna untuk toleransinya sebagai berikut :
Emas         : 5%
Perak         : 10%
Tanpa Warna     : 20%

b. Variabel Resistor (VR)
Adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah, variabel resistor dapat digolongkan menjadi 2 macam :
1)    Potensimeter, ada 2 macam :
•    Potensio Linier, ialah potensio yang apabila kontak gesenya dipindah nilai hambatannya berubah sesuai dengan perhitungan linier.
•    Potensio logaritmis, ialah potensio yang apabila kontak gesenya dipindah nilai hambatannya berubah sesuai dengan perhitungan logaritma.
Potensiometeer kebanyakan dipergunakan sebagai alat pengatur, misal :
1.    Alat pengatur suara (Volume Control)
2.    Alat pengatur nada (Tone Control)
3.    Alat pengatur nada tinggi (Treble Control)
4.    Alat pengatur nada rendah (Bass Control)

2)    Trimmer potensio = Trimpot

Cara merubah nilai hambatan pada tripot adalah dengan jalan memutar memakai obeng (drei).
  








3)    LDR

Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

LDR digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi karena responsnya  terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dimana intesitas cahaya berubah secara drastis.

Sensor cahaya berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang ada di sekitar kita.  Sensor yang terkenal untuk mendeteksi cahaya ialah LDR(Light Dependent Resistor).  Sensor ini akan berubah nilai hambatannya apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya. 

Prinsip inilah yang akan kita gunakan untuk mengaktifkan transistor untuk dapat menggerakkan motor DC (mirip dengan dinamo pada mainan mobil-mobilan anak-anak).  Perubahan nilai hambatan pada LDR tersebut akan menyebabkan perubahan beda tegangan pada input basis transistor, sehingga akan mengaktif/nonaktifkan transistor.  Penerapan lain dari sensor LDR ini ialah pada Alarm Pencuri.
 





Resistor

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon . 

Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Omega. 


Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya.

Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi. Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua. Masih dari tabel-1 diketahui gelang kuning nilainya = 4 dan gelang violet nilainya = 7. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 47. Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4.7K Ohm dan toleransinya adalah 5%.