Tampilkan postingan dengan label Components. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Components. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Solenoid Kunci Pintu untuk Kunci Pintu Elektrik

Solenoid door lock atau solenoid kunci pintu adalah alat elektronik yang dibuat khusus untuk pengunci pintu. Alat ini sering digunakan pada Kunci Pintu Otomatis. Solenoid ini akan bergerak/bekerja apabila diberi tegangan. Tegangan  Solenoid Kunci Pintu ini rata-rata yang dijual dipasaran adalah 12 volt tapi ada juga yang 6volt dan 24volt. Apabila anda akan merangkai Kunci Pintu Elektronik tentunya anda akan membutuhkan alat ini sebagai penguncinya. Pada kondisi normal solenoid dalam posisi tuas memanjang / terkunci. Jika diberi tegangan tuas akan memendek/terbuka. Solenoid ini bisa digabungkan dengan sistem pengunci elektrik berbasis RFID dan password. Cocok dipakai untuk pengunci pintu ataupun locker/lemari.




Solenoid Kunci Pintu ini bisa anda dapatkan di toko elektronik. Harga Solenoid Kunci Pintu ini biasanya dijual dengan harga Rp. 100.000,- s/d 150.000. Untuk pembelian eceran anda bisa membelinya di Depoinovasi dan untuk pembelian partai anda bisa membelinya di weiku.com

Rabu, 04 April 2012

Cara mengukur dan menghitung Transformator

Transformator (Trafo)
Peralatan kantor sampai peralatan rumah tangga yang menggunakan Trafo (transformator) sebagai power supply atau sumber tegangan. Kebanyakan trafo tersebut adalah jenis step-down yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC (bolak-balik). Trafo jenis ini memiliki kumparan (lilitan) primer lebih banyak daripada kumparan sekunder. Dengan trafo step-down ini, tegangan input PLN 220V-240V diturunkan menjadi 6V, 9V,12V, 15V, atau sesuai kebutuhan, setelah itu disearahkan menjadi tegangan DC.
Pengukuran dan pengecekan trafo Untuk mengetahui kondisi sebuah trafo dapat dilakukan dengan cara sederhana menggunakan multimeter pada selektor Ohm Meter. Pada prinsipnya transformator yang masih bagus dapat dilihat dari hasil beberapa pengetesan berikut:

Kumparan primer trafo tidak boleh terhubung dengan dengan kumparan sekunder trafo
Setiap titik (terminal) pada ujung kumparan primer harus terhubung atau memiliki resistansi kecil, terminal-terminal tersebut ditandai dengan tulisan tegangan input seperti 0, 110V, 120V, 220V, dan 240V
Setiap terminal pada ujung kumparan sekunder harus terhubung atau memiliki resistansi kecil, terminal-terminal tersebut ditandai dengan tulisan tegangan output seperti 0, CT, 6V, 9V,12V, 15V, 18V, dan 24V

Pada gambar di atas, 0, 6V, 9V, 12V, 15V, 18V, dan 24V adalah terminal-terminal kumparan sekunder trafo sedangkan 0V, 110V, 220V, dan 240V adalah terminal-terminal kumparan primer trafo.
Perhitungan Trafo
Trafo yang tersusun dari kumparan primer, kumparan sekunder, dan inti besi bekerja berdasarkan hukum Ampere dan hukum Faraday dimana arus listrik berubah menjadi medan magnet dan sebaliknya medan magnet berubah menjadi arus listrik. Apabila salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik (AC) maka medan magnet akan berubah dan menimbulkan induksi pada kumparan sisi yang lain. Perubahan medan magnet tersebut akan mengakibatkan perbedaan potensial (tegangan).


Berikut adalah beberapa rumus dasar untuk menentukan jumlah kumparan primer dan kumparan sekunder agar menghasilkan tegangan output rendah dengan arus besar.


Np / Ns = Vp / Vs = Is / Ip

Keterangan :
Np = Jumlah kumparan primer
Ns = Jumlah kumparan sekunder
Vp = Tegangan input primer (Volt)
Vs = Tegangan output sekunder (Volt)
Ip = Arus input primer (Ampere)
Is = Arus output sekunder (Ampere)

Dari rumus di atas, arus berbanding terbalik dengan kumparan dan tegangan.

Pp = Ps
Vp x Ip = Vs x Is
Pp = Daya Primer (Watt)
Ps = Daya Sekunder (Watt)
Vp = Tegangan Primer (Volt)
Vs = Tegangan Sekunder (Volt)
Ip = Arus Sekunder (Ampere)
Is = Arus Sekunder (Ampere)

Contoh 1
Jika sebuah trafo memiliki kumparan primer (Np) 2200, tegangan input (Vp) 220V, dan tegangan output sekunder (Vs) yang diinginkan adalah 10V, maka jumlah kumparan sekunder adalah......

Np / Ns = Vp / Vs
2200 / Ns = 220 / 10
Ns = 2200 / (220 /10 )
Ns = 2200 / 22
Ns = 100
Jadi untuk menghasilkan tegangan output (Vs) sekunder 10V, kumparan sekunder (Ns) harus 100 lilitan

Contoh 2
Jika sebuah trafo memiliki kumparan primer (Np) 2000 dan kumparan sekunder (Ns) 500, berapakah arus primer dan arus sekunder jika digunakan untuk menyalakan sebuah pemanas 25 Volt 50 Watt.

Pp = Ps
Vp x Ip = Vs x Is
Is = Ps / Vs
Is = 50 / 25
Is = 2
Jadi arus sekunder (Is) trafo tersebut adalah 1 Ampere

Np / Ns = Is / Ip
Np / Ns = (Ps / Vs) / Ip
2000 / 500 = (50 / 25) / Ip
4 = 2 / Ip
Ip = 2 / 4
Ip = 0.5

atau

Np / Ns = Is / Ip
2000 / 500 = 2 / Ip
4 = 2 / Ip
Ip = 2 /4
Ip = 0.5
Jadi Arus Primer (Ip) adalah 0.5 Ampere

Catatan:
Tegangan primer dan tegangan sekunder trafo adalah tegangan bolah-balik (AC).
Source: www.multiteknik66.net

Senin, 02 April 2012

Fungsi Kapasitor (Capasitor Function)

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik disebut Farad (F).Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran tergantung dari kapasitas,
tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas yang dapat diubah-ubah atau dengan kata lain kapasitor variabel.

Kapasitor Nonpolar
Kapasitor nonpolar merupakan jenis kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap, kapasitor ini memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar. Untuk menggambarkan sebuah kapasitor dalam sebuah gambar rangkaian elektronika, kapasitor nonpolar digambarkan dengan simbol seperti dibawah ini.

Kapasitor jenis ini biasanya terbuat dari bahan kertas, mica, keramik, mylar dan lain sebagainya. Jenis bahan pembuat kapasitor memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.



Pada umumnya nilai kapasitas dari sebuah kapasitor nonpolar digambarkan dengan kode angka. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut.


Pada kode angka yang ditampilkan pada baris A untuk mengetahui berapa nilai kapasitas-nya adalah dengan melihat pada bagian Capacitance/Voltage yang terletak pada bagian depan, disana tertulis 0.01/100 yang artinya kapasitor ini memiliki kapasitas 0,01nF dan tegangan maksimum-nya adalah 100V. Sedangkan untuk nilai toleransi-nya diperlihatkan pada bagian belakang, disana tertulis angka 10 yang artinya 10%.

Pada kode angka yang ditampilkan pada baris B, kode angka dibubuhkan pada bagian atas kapasitor. Pada bagian tersebut tertulis 1,0J63 yang berarti kapasitor tersebut memiliki kapasitas sebesar 1nF, tegangan maksimum-nya 63V, sedangkan toleransi-nya ditandai oleh huruf ”J” yang mana pada keterangan gambar memiliki nilai 5%. Kedua contoh kode diatas nilai kapasitas kapasitor-nya selalu dalam nF (nano Farad). Selain dua contoh diatas ada satu lagi contoh pengkodean pada kapasitor, seperti berikut.

Pada gambar diatas kode yang tertera adalah 101, angka pertama merupakan digit pertama, angka kedua merupakan digit kedua dan angka ketiga merupakan faktor pengali dalam satuan pF (pico Farad). Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10 x 101 = 100pF. Contoh lain; Jika kode yang tertera adalah 223 maka nilai kapasitas-nya adalah 22 x 103 = 22000pF = 22nF

Kapasitor Polar atau Kapasitor Elektrolit
Sesuai dengan namanya kapasitor ini memiliki polaritas pada kedua kakinya yaitu polaritas positif (+) dan polaritas negatif (-). Kapasitor ini termasuk dalam kelompok kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tetap dan memiliki nilai kapasitas yang besar. Pada rangkaian elektronika kapasitor elektrolit disimbolkan seperti gambar berikut.


Untuk C1 merupakan simbol gaya Eropa (Europe Syle) dan C2 adalah simbol gaya Amerika (American Style). Untuk pemberian nilai kapasitas, pada kapasitor elektrolit ditulis secara langsung lengkap dengan satuan dan tegangan maksimum, serta simbol polaritas-nya.


Perhatian : Ledakan dapat terjadi jika pemasangan polaritas-nya terbalik atau tegangan yang diberikan pada kapasitor ini melebihi tegangan maksimum-nya.
Kaki yang memiliki polaritas negatif berdekatan dengan tanda garis vertikal pada bodi kapasitor, atau kaki yang berpolaritas positif memiliki ukuran yang lebih panjang daripada kaki yang berpolaritas negatif. Seperti terlihat pada gambar diatas. Kapasitor Variabel Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitas-nya dapat diubah-ubah sesuai keinginan. Oleh karena itu kapasitor ini di kelompokan ke dalam kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tidak tetap



Simbol kapasitor variabel diperlihatkan seperti gambar sebelah kiri diatas. Seperti potensiometer kapasitor memiliki tuas untuk diputar atau biasa disebut rotor, dan bagian yang diam disebut stator. Kapasitor variabel dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran, nilai kapasitas-nya mulai dari beberapa pF hingga ratusan pF keatas. Kapasitor variabel biasa terdapat pada pesawat radio penerima, biasanya kapasitor variabel digunakan sebagaituning untuk mencari frekuensi radio dari pemancar.
Source: www.multiteknik66.net

Jumat, 23 Maret 2012

Photodioda (Dioda Foto)

 Photodioda BPW41N
Photodioda BPW41N
Photodioda often used as a catcher of light waves emitted by the Infrared. The amount of voltage or electrical current generated by the size depends photodioda radiation emitted by the infrared.

Photodiodes made from semiconductors with a popular material is silicon or gallium arsenide, and others include InSb, Carbuncle, PbSe. This Photodioda (BPW41N) can detect infrared light with wavelengths ranging from 800 to 1100 nm with a peak sensitivity at 950 nm wavelength as shown in the picture below


Kurva karakteristik photodioda BPW41N
Kurva karakteristik photodioda BPW41N


When a photon (a unit of light energy) from the light source is absorbed, it is generating an electron and produces a single pair of charge carriers, an electron and a hole where a hole is part of the semiconductor lattice is losing electrons. The direction of current through a semiconductor is opposite to the motion of charge carriers. I was in a Photodiode used to collect photons - causing charge carriers (such as current or voltage) flows / formed in the electrode parts.


Rangkaian Penkondisi Sinyal dari Photodioda

This circuit is used as a current-to-voltage converter by a factor of 1000 times (set by R3) due to backflow photodioda range from 1 to 100 UA the output of U1A is ranged from -1 to -100 mV. Negative voltage is then amplified again by the inverting amplifier circuit to the value corresponding to the input level of need, amount of reinforcement is done by adjusting the value potensimeter R1.

Menghitung Nilai Resistor

Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of current flowing in one circuit. As the name implies is a resistive resistor and generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W (Omega).

A common type of resistor is shaped tube with two feet of copper on the left and right. In the body there is formed a circle bracelet color code to identify the user greater ease without measuring the amount of resistance with ohmmeter. Color code is the manufacturing standards issued by EIA (Electronic Industries Association). as shown in the table below.

Table Gelang Warna Resistor



Example:
The order of the color ring (4 rings resistor color (4 gelang warna)): red, Purple, blue, gold
  • bracelet color 1: the first number
  • bracelet color 2: the second number
  • bracelet color 3: the multiplication factor
  • bracelet color 4: tolerance
The order of the color rings (5 rings resistor color (5 gelang warna)): brown, red, black, orange, brown
  • bracelet color 1: the first number
  • bracelet color 2: the second number
  • bracelet color 3: the third number
  • bracelet color 4: the multiplication factor
  • bracelet color 5: tolerance
The amount depends on the size watt resistor or the maximum power that can hold by resistors. Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts. Resistor has a maximum power of 5, 10 and 20 watts is generally shaped white blocks and the value Direct printed dibadannya resistance, such as 1K 5W.

Menghitung Rumus Resistor Seri/Paralel

Basically, all materials have resistive properties but some materials such as copper, silver, gold and metal materials generally have very little resistance. These materials deliver the electrical current very well, so-called conductors. The opposite of a conductive material, materials such as rubber, glass, carbon has a greater resistance restrain the flow of electrons and are called insulators.

Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of current flowing in one circuit. As the name implies is a resistive resistor and generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W (Omega).

Resistor physical

Other specifications that need to be considered in choosing a design resitor the resistance is greater than big watts his. Because resistors working with electrified, there will be a power dissipation of heat for W = I2R watts. The greater the physical size of a resistor can demonstrate the greater ability of the resistor power dissipation.

Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts. Resistor which has a power dissipation of 5, 10 and 20 watts generally cubic-shaped elongated white square, but there is also a cylindrical. But usually for this jumbo-sized resistor resistance value printed directly on the body, for example 100W5W.


Rumus mengitung nilai resistor seri|paralel

Resistor paralel
Series of resistors in parallel will result in a replacement value of the smaller resistance. Below is an example of resistors that are arranged in parallel.

In parallel resistor circuit applies the formula:

Resistor seri
Series of resistors in series will result in the total resistance value is growing. In Below are examples of resistors arranged in series.

Series resistor in the circuit applies the formula:


IC Regulator LM79xx

Fisik 79xxThe available voltage from a voltage source that is usually not appropriate to the needs. It is necessary for a voltage regulator that functions to maintain the constant voltage value on a certain value. Voltage regulator chip is usually a code with the 78xx or 79xx. For the 79xx series is used for DC negative voltage regulator. xx indicates the regulator output voltage. For example, the system needs is a -5 volt negative, the regulator used is 7905. Chip regulator consists of three pins, namely input, output and ground. In this IC uses the input voltage must be greater several percent (depending on the data sheet) from the value output voltage.



physical 79xx regulator chip

Pin Ic 79xx
data sheet 79xx
data sheet 79xx

IC Regulator LM78xx

body Regulator 78xxThe available voltage from a voltage source that is usually not appropriate to the needs. It is necessary for a voltage regulator that functions to maintain the constant voltage value on a certain value. Voltage regulator chip is usually a code with the 78xx or 79xx. For the 78xx series is used for DC positive voltage regulator. xx indicates the regulator output voltage. For example, the system needs is a + 5 volt positive, the regulator used is 7805. Chip regulator consists of three pins, namely input, output and ground. In this IC uses the input voltage must be greater several percent (depending on the data sheet) from the value output voltage.
search

Chip lm78xx provide facilities in the affairs regulator. price is also relatively inexpensive and easy to find in the market


Features important in the IC LM 78xx:
  • current up to 1A
  • Security short internal
  • Safe temperatures 0°C - 70°C
  • Temperature max 150°C

Voltage out put in the offer:
  • LM7805C 5V
  • LM7806c 6V
  • LM7808 8V
  • LM7809 9V
  • LM 7810 10V
  • LM7812C 12V
  • LM7815C 15V
  • LM7824 24V
To be able to work with both the input voltage must be greater (voltage output volt + 3) of the output voltage. Example of the 7812 then bisanya skitar input voltage 15v

Rangkaian 78xxSkema Rangkaian 78 xx

Transistor Power 2N3055/MJ2955

Transistor ini biasa di gunakan pada power (amplifier) tingkat menengah
Fitur:
  • Arus colektor - emitor max 15 Ampere
  • Disipasi daya max 115 watt
  • teganngan Colektor- emitor max 60 volt
  • penguatan arus (hfe) 20-70
Bentuk fisik transistor 2N3055/MJ2955


Dioda Zener

Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya.
Simbol Zener
Ini adalah karakteristik zener yang unik. Jika dioda bekerja pada bias maju maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias).

LED (Light Emiting Dioda)

LED (Light Emiting Dioda), is a component can product of emissions light. LED findings after dioda. With the same structure also dioda, but later found that the electrons that run into the connection PN also release energy as heat energy and light energy. LED is made to be more efficient if the light issue. To produce light emissions in the semiconductor, doping is the use galium, arsenic and phosporus. A different type of doping will produce a different color of light also.
symbol LED

At this time the colors of LED that there is a lot of red, yellow and green. Basically, all colors can be produced, but it will be very expensive and inefficient.

Transistor Fet UPS

Transistor fet ini sering di gunakan pada ups-ups yang beredar di pasaran. tapi sayangnya agat sukar mendapatkan suku cadang jenis ini.




Transistor

Fungsi utama transistor adalah sebagai penguat sinyal dan sebagai saklar elektronik. Dibandingkan dengan Tabung Hampa, transistor mempunyai kelebihan antara lain bentuk fisiknya yang lebih kecil dan daya yang digunakan lebih kecil.


Gambar fisik transisitor

Secara tipikal transistor mempunyai tiga pin, yaitu:
  • Basis
  • Emitor
  • Kolektor
Basis merupakan pin untuk meng-aktifkan dan meng-non-aktifkan sebuah transistor. Emitor dan kolektor dihubungkan ke sumber tegangan positif atan negatif atau ground (tergantung konfigurasi transistor).
Transistor terbagi menjadi dua tipe yaitu NPN dan PNP. Untuk membedakan transistor tipe NPN atau PNP, kamu bisa lihat di tanda panah pada kaki emitornya ( di gambar rangkaiannya lo ya, bukan bentuk fisiknya ). Untuk NPN arah panahnya keluar, sedangkan untuk PNP arah panahnya kedalam Lihat gambar 3 saja, biar lebih jelas.
Gambar Simbol Transistor

Untuk menentukan kaki Basis Emitor Kolektor dari sebuah transistor biasanya digunakan multimeter. Tetapi saya punya beberapa tips untuk menentukan kaki transistor tanpa menggunakan multimeter, caranya adalah :
  • Kaki kolektor biasanya terhubung dengan badan transistor apabila transistor tersebut dipacking menggunakan metal. Apabila transistor dipacking dengan plastik maka kaki kolektor biasanya terhubung dengan badan transistor yang akan dihubungkan dengan pendingin.
  • Apabila transistor tersebut tidak dihubungkan dengan pendingin, maka sebaiknya dicari dulu kaki basisnya. Kalau sudah ketemu, sekarang kaki basisnya ditengah apa dipinggir? Kalau kaki basisnya ditengah, biasanya kaki kolektor berada pada sebelah kanan. Kalau basisnya dipinggir maka kaki kolektor berada pada sebelah tengah.
Gambar Konfigurasi Kaki Transistor

Cara menentukan Kaki Basis transistor dengan multimeter :


Gambar Cara menentukan kaki basis transistor
  • Atur multimeter pada pengukuran ohmmeter x100.
  • Lakukan pengukuran seperti gambar diatas.° Perhatikan penunjukkan pergerakan jarum.
  • Apabila jarum bergerak ke kanan dengan posisi probe yang satu tetap pada kaki 3 dan probe lainnya pada kaki 1 atau kaki 2 berarti kaki 3 adalah basis transistor. Jika probe negatif yang berada pada kaki 3 berarti transistor tersebut berjenis NPN, sebaliknya jika probe positif berada pada kaki 3 berarti transistortersebut berjenis PNP.
Cara menentukan Kaki Kolektor dan Emitter


Gambar Cara menentukan kaki emiter dan kolektor transistor
  • Misal: transistor berjenis NPN
  • Lakukan pengukuran seperti gambar diatas.
  • Perhatikan penunjukkan jarum, apabila jarum bergerak ke kanan maka kaki 1 (pada probe negatif) adalah emitter dan kaki 2 (pada posisi probe positif) adalah kolektor. Atau jika dipasang kebalikkannya (probe negatif pada kaki 2 dan probe positif pada kaki 1) dan jarum tidak bergerak, maka kaki 1 adalah emitter dan kaki 2 adalah kolektor.
  • Untuk transistor jenis PNP dapat dilakukan seperti diatas dan hasilnya kebalikan dari transistor jenis NPN.

Dioda

Komponen elektronik yang berfungsi sebagai alat untuk membatasi arah pergerakan arus listrik, dimana dioda hanya mengijinkan arus listrik untuk mengalir ke satu arah saja dan menghalangi aliran ke arah yang berlawanan.

Gambar fisik dioda

Pada dioda, kita mengenal istilah potensial barrier yaitu beda potensial pada persambungan. Beda potensial ini menjadi cukup besar untuk menghalangi proses penyebaran difusi selanjutnya dari elektron-elektron bebas. Pada suhu ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt untuk Silikon dan 0,3 Volt untuk Germanium.