Tampilkan postingan dengan label Sensor Suara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensor Suara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Skema rangkaian sakelar tepuk IC741 dan CD4017

Skema rangkaian sakelar tepuk ini cukup sederhana namun cukup memuaskan. IC 741 sebagai op-amp (penguat) digabung dengan IC 4017 sebagai flip flop agar bisa on dan off. Lalu dihubungkan ke T1 sebagai penggerak (driver) Relay. Relay dihubungkan ke perangkat listrik atau elektronik lainnya.
sakelar tepuk
Skema rangkaian sakelar tepuk
Resistor R2, R3 dan variabel resistor VR1 menyesuaikan sensitivitas penguat. Resistor R1 mengatur sensitivitas Mic. Pulsa Output diperkuat dari IC1 lolos ke input IC2 (CD 4017). Resistor R4 membuat input (pin14) dari IC2 rendah sehingga mencegah pemicu palsu.

IC2 adalah dekade IC counter yang ditransfer sebagai toggle switch. Itu outputnya 1 dan 2 (pin 2 dan 3) menjadi tinggi dan rendah ketika input pin14 menerima pulsa. Pin4 (output4) terhubung ke pin15 ulang sehingga penghitungan lebih lanjut akan terhambat. Output yang tinggi dari IC2 melewati pembatas arus R6 ke dasar switching transistor T1. Ketika T1 bekerja (mendapat tegangan) relaypun akan bekerja memberikan energi dan beban (bohlam atau peralatan listrik) akan diaktifkan. Tepukan berikutnya, pin output 2 menjadi rendah dan relay akan dimatikan. LED merah menunjukkan posisi OFF.

Sabtu, 20 Juli 2013

Skema rangkaian sakelar tepuk IC7555

Berbagai cara untuk menyalakan peralatan listrik ataupun elektronik. Ada yang pakai remote control, ada yang pakai sensor gerak, sensor cahaya dan ada juga yang pakai sensor suara. Yang menggunakan sensor suara contohnya adalah Sakelar Tepuk. Sakelar Tepuk adalah sakelar yang digerakkan dengan suara tepukan tangan. Output dari rangkaian ini bisa difungsikan untuk apa saja salah satunya untuk menyalakan lampu. Rangkaian ini bisa bekerja pada tegangan 3Volt saja.

clap switch
Daftar Komponen:
R1,R6___________12K  1/4W Resistors
R2_______________1M 1/4W Resistor
R3,R9____________6K8 1/4W Resistors
R4_____________220K 1/4W Resistor
R5_______________2M2 1/4W Resistor
R7,R10_________100K 1/4W Resistors
R8______________22K 1/4W Resistor

C1,C3__________220nF 63V Polyester Capacitors
C2,C4,C5________22nF 63V Polyester Capacitors
C6______________47µF 25V Electrolytic Capacitor

D1,D2_________1N4148 75V 150mA Diodes

IC1_____________7555 or TS555CN CMos Timer IC

Q1_____________BC550C 45V 100mA Low noise High gain NPN Transistor
Q2,Q3__________BC328 30V 800mA PNP Transistors

MIC1___________Miniature electret microphone

SW1_____________SPST Switch

RL1_______________5V DIL Reed-Relay SPDT (See Notes)

B1________________3V Battery (2 x 1.5V AA, AAA Cells in series etc.)


Cara kerja rangkaian: 
Q1 bertindak sebagai penguat audio. IC1 timer sebagai monostable, memberikan sinyal output yang bersih dan waktu tunda yang wajar untuk memungkinkan penyakelaran yang tepat dari sirkuit bistable berikut. Sebuah rangkaian flip flop yang dibentuk oleh Q2, Q3 dan bagian terkait yang digunakan untuk tujuan  mendorong Relay secara langsung dan untuk memungkinkan operasi pasokan hanya 3V. Dengan penambahan rangkaian flip flop maka rangkaian ini bisa digunakan untuk menyalakan dan mematikan relay. Untuk menyalakan berikan satu tepukan dan untuk mematikan kembali berikan tepukan.

Sumber:  http://www.redcircuits.com