Parts List:
R1 = 10K
R2 = 100K
R3 = 100 ohm
R4 = 50K potmeter, Linear
C1,C2 = 0.1uF
C3 = 0.01uF
C4 = 2700uF
Q1 = TIP41A, NPN, or equivalent
Q2 = TIP42A, PNP, or equivalent
L1 = 1uH
T1 = Filament transformer, your choice
Tampilkan postingan dengan label rangkaian Sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rangkaian Sederhana. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Januari 2012
RANGKAIAN DC TO AC CONVERTER
Posted on 14.00 by ArmansyaH Rangkuti
Categories: rangkaian Sederhana, RANGKAIAN-RANGKAIAN |
Leave a comment
Kamis, 15 Desember 2011
Rangkaian Modular Control Center
Posted on 01.21 by ArmansyaH Rangkuti
:BELAJAR ELEKTRONIKA - ASYIK" - Rangkaian Modular Control Center. Rangkaian ini memiliki dua input tingkat tinggi yang diaktifkan oleh SW1, diikuti oleh IC1A gain impedansi input buffer yang tinggi. Output dari buffer ini mengemudikan rangkaian jaringan pasif Loudness.
Di bawah ini kami lampirkan gambar


Daftar Komponen :
P1______________47K Log. Potentiometer
(twin concentric-spindle dual gang for stereo)
R1,R2,R4_______100K 1/4W Resistors
R3,R14_________560R 1/4W Resistors
R5_______________1K 1/4W Resistor
R6,R7,R10_______10K 1/4W Resistors
R8,R9___________22K 1/4W Resistors
R11_____________68K 1/4W Resistor
R12______________1K5 1/4W Resistor
R13_____________12K 1/4W Resistor
C1_______________1µF 63V Polyester Capacitor
C2,C3__________100pF 63V Polystyrene or Ceramic Capacitors
C4______________47nF 63V Polyester Capacitor
C5______________22nF 63V Polyester Capacitor
C6_____________220pF 63V Polystyrene or Ceramic Capacitor
C7,C10_________100nF 63V Polyester Capacitors
C8,C11___________4µ7 25V Electrolytic Capacitors
C9,C12________2200µF 25V Electrolytic Capacitors
IC1___________TL072 Dual BIFET Op-Amp
IC2___________78L15 15V 100mA Positive Regulator IC
IC3___________79L15 15V 100mA Negative Regulator IC
D1,D2________1N4002 200V 1A Diodes
SW1____________DPDT Toggle Switch
SW2____________2 poles 3 ways Rotary Switch
J1,J2,J3,J5____RCA audio input sockets
J4_____________Mini DC Power SocketKontrol saklar SW2A memungkinkan pilihan dari dua kurva kompensasi frekuensi yang berbeda untuk digunakan saat program suara direproduksi pada tingkat rendah. Kurva harus digunakan dengan rendah ke tingkat reproduksi pertengahan, dalam prakteknya ketika tombol kontrol volume diatur sekitar kuartal kedua perjalanan tersebut. Kurva II adalah paling cocok untuk tingkat yang sangat rendah, yaitu ketika tombol kontrol volume diatur sekitar kuartal pertama. Untuk mendapatkan respon frekuensi datar sempurna, Loudness kontrol harus diatur dalam posisi OFF.
Berikut Op-Amp (IC1B) menyediakan semua kelebihan yang diperlukan oleh preamplifier, menampilkan 166mV RMS sensitivitas masukan pada output RMS 1.5 Volt dengan distorsi yang sangat rendah. Oleh karena itu mampu mengemudi masukan amplifier sensivitas daya rendah.
Rel ganda catu daya diperlukan untuk Rangkaian Modular Control Center ini diambil dari tegangan tunggal AC 15 – 18 Volt yang sesuai diberikan oleh eksternal Adaptor Power Supply. D1 dan D2 memperbaiki masing-masing setengah glombang positif dan setengah gelombang negatif dalam rangka untuk mendapatkan polaritas tegangan rel ganda yang berlawanan. IC2 dan IC3 menyediakan pasokan baik sekitar 15 Volt DC diatur dengan baik ke Op-Amps.
Sumber (source) : redcircuits.com
Categories: Rangkaian Amplifier, Rangkaian Instrumen, rangkaian Sederhana |
Leave a comment
Senin, 05 Desember 2011
Mencegah Transistor Power Short
Posted on 13.59 by ArmansyaH Rangkuti
"BELAJAR ELEKTRONIKA ASYIK" - Di sini saya akan mengunakan lampu pijar sebagai alat bantu untuk servis barang barang elektronik termasuk salah satunya TV.
Sebagai seorang Teknisi service mungkin telah sering mengalami penggantian transistor power, sekali pasang langsung jebol. Itu di karenakan masih adanya kerusakan di bagian driver atau di load transistor itu sendiri.
Untuk perbaikan masalah seperti diatas itu sebaiknya anda pasang lampu secara seri. Sekring di jaringan listrik atau di PCB modul Power supply di ganti dengan lampu pijar 100Watt itu untuk ukuran TV kurang lebih 29″ , sedangkan untuk 21″ lampu pijar 60 watt juga sudah mencukupi.
sumber : infoservicetv.com
Tujuannya kalau ada beban yang berlebihan akan menyalakan lampu /tidak merusak TR. Pada prakteknya jika TV dalam keadaan normal / berfungsi normal lalu kita pasangi lampu seperti di bawah ini :
Maka lampu akan Nyala sesaat kemudian akan berangsur angsur meredup dan mati yang pada akhirnya Televisi pun akan nyala normal.
Keadaan ini akan berbeda bila kita pasangkan lampu tersebut pada sebuah Televisi yang modul horizontalnya / bagian horizontalnya masih terdapat masalah, lampu tersebut akan menyala terang secara terus menerus yang menandakan adanya short pada rangkaian.
Saya juga pernah mencoba rangkaian ini sewaktu memperbaiki monitor, tetapi ternyata tidak bekerja. Lampu tersebut tetap menyala terang walaupun di rangkaian horizontal sudah tidak terdapat short.Saya sendiri juga tidak tahu kenapa, males analisanya. Mungkin anda tahu ????
Apa anda juga mempunyai trik lain untuk mengurangi kecelakaan penggantian komponen,??? Jika ada silahkan share, mungkin bisa berguna untuk rekan rekan teknisi lain.
Apa anda juga mempunyai trik lain untuk mengurangi kecelakaan penggantian komponen,??? Jika ada silahkan share, mungkin bisa berguna untuk rekan rekan teknisi lain.
Related Words :
persamaan transistor,data persamaan transistor,transistor horizontal tv,reparasi tv lg,transistor horizontal,skema tv lg 21,transistor horisontal,tr horizontal jebol terus,transistor horizontal monitor,persamaan transistor dan ic
sumber : infoservicetv.com
Categories: rangkaian Sederhana |
Leave a comment
Rangkaian Transistor Tester Sederhana
Posted on 13.52 by ArmansyaH Rangkuti
"BELAJAR ELEKTRONIKA ASYIK" -Rangkaian yang ditunjukkan dibawah ini merupakan rangkaian transistor tester sederhana. Pada beberapa avometer digital maupun analog sekarang ini kebanyakan sudah terdapat fitur ini, namun tidak ada salahnya kita bisa sedikit berkreasi.
Pada dasarnya rangkaian transistor tester ini merupakan sebuah penguat sederhana yang dilengkapi dengan feedback / umpan balik yang bisa menyebabkan lampu LED yang ditunjukkan pada gambar berkedip. Seberapa sering LED ini berkedip tergantung pada nilai osilatornya, dalam hal ini merupakan gabungan antara resistor 330Kohm dan kondensator / elco 10uF.
Rangkaian ini menggunakan supply 3volt yang terdiri dari 2 battery dan tentu saja bisa kita ganti dengan power supply kecil.
Cara kerjanya sendiri sangat sederhana, logikanya rangkaian ini hanya bekerja bila kedua transistor yang digunakan berjalan dengan baik.
Cara kerjanya sendiri sangat sederhana, logikanya rangkaian ini hanya bekerja bila kedua transistor yang digunakan berjalan dengan baik.
Oleh karenanya kita bisa memanfaatkan itu dengan cara menggunakan soket kecil buatan sendiri sebagai pengganti transistor sehingga bisa dibongkar pasang dengan mudah
Tidak hanya berfungsi untuk mengetahui baik buruknya transistor, rangkaian ini juga bisa mendeteksi sebuah transistor apakh itu jenis NPN / PNP. Tinggal dilepas saja salah satu transistor dan pasang transistor yang hendak kita uji, bila lampu LED menyala maka kedua transistor berjalan dengan baik. Bagi rekan rekan teknisi yang tertarik untuk membuatnya saya juga menyertakan gambar sudah jadinya. Semoga artikel Transistor tester sederhana ini bermanfaat.
sumber http://www.electronics-lab.com/projects/test/009/index.html.
Categories: rangkaian Sederhana |
Leave a comment
Rangkaian Battery Charger Sederhana
Posted on 13.11 by ArmansyaH Rangkuti
"BELAJAR ELEKTRONIKA ASYIK" -Pada kondisi tertentu battery charger sangat dibutuhkan, bila coil charger pada kendaraan rusak misalnya. Rangkaian battery charger sederhana ini benar benar hanya memerlukan komponen yang sedikit. Rangkaian charger ini mempunyai tegangan output 12V.
Pada dasarnya in merupakan catu daya 12VDC yang dilengkapi dengan Amperemeter untuk memantau arus yang mengalir pada battery. Rangkaian dioda penyearah 1N4007 menyearahkan arus AC yang keluar dari trafo yang selanjutnya sebuah elco 2200uF akan membuat keluaran lebih bersih dan stabil..
Bila kita memiliki sebuah baterai dengan kondisi kosong dan diberikan charge dengan rangkaian ini maka pada amperemeter akan terbaca sekitar 1-3A. Seiring dengan proses charging, semakin besar arus yang diterima baterai maka arus charge dari rangkaian akan secara perlahan turun, sehingga pada saat pertama akan terbaca arus tinggi oleh amperemeter dan berangsur angsur turun.
Dan akhirnya jika kondisi baterai sudah penuh maka pembacaan amperemeter akan menjadi nol. Saya sudah mencoba dengan menggunakan amperemeter ( AVO ) digital dan bekerja dengan baik. Selalu perhatikan posisi plus (+) dan minus (-) baterai dan charger. Salah memberikan polaritas akan berakibat fatal bagi baterai maupun bagi rangkaian.
Sebagai catatan, pada rangkaian battery charger sederhana diatas digunakan dioda 1N4007 yang memiliki kapasitas 1A, akan lebih bila menggunakan dioda penyearah 3A misalnya 1N5402.
Begitu juga dengan elco yang digunakan, akan lebih baik jika menggunakan elco dengan spesifikasi 2200uF dengan tegangan 50VDC.
Cukup sederhana bukan rangkaian battery charger sederhana ini ?
Related Words :
dioda 1n4007,artikel baterai charger,artikel baterai recharger,batrei sederhna,charger baterai sederhana,charger sederhana,rangkaian battery charge sederhana,Rangkaian charger dan penyearah,rangkaian kendaraan yang menggunakan diodesumber : infoservicetv.com
Categories: rangkaian Sederhana |
Leave a comment
Langganan:
Postingan (Atom)





