Tampilkan postingan dengan label Sakelar Elektronika dan Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakelar Elektronika dan Listrik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Teori Dasar Relay Elektromekanis

Pada dasarnya Relay dan kontaktor mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu relay adalah alat yang dioperasikan dengan listrik yang secara mekanis mengontrol perhubungan rangkaian listrik. Relay adalah bagian yang penting dari banyak system control, bermanfaat untuk control jarak jauh dan untuk pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan sinyal control tegangan dan arus rendah. Ketika arus mengalir melalui electromagnet pada relay control  elektro mekanis, medan magnet yang menarik lengan besi dari jangkar pada inti terbentuk. Akibatnya, kontak pada jangkar dan kerangka relay terhubung. Relay dapat mempunyai kontak NO (Normaly Open) atau kontak NC (Normaly Close)  atau kombinasi dari keduanya. 
Relay elektromekanis dibuat dalam berbagai jenis untuk berbagai aplikasi. Kumparan relay dan kontak mempunyai ukuran kerja yang terpisah. Kumparan relay biasanya dirancang bekerja sebagai pengoperasian dengan arus DC atau AC, tegangan atau arus,tahanan dan daya pengoperasian normal. Kumparan relay yang sangat peka yang dirancang  untuk bekerja pada rentang mili ampere rendah , sering dioperasikan dari transistor atau rangkaian terpadu. Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan, tetapi relay dapat mempunyai beberapa kontak yang terdiri dari kontak diam dan kontak bergerak. Kontak yang bergerak dipasangkan pada plunger dan kontak diam terdapat pada kontak normaly open (NO) dan kontak normaly Close (NC). 
Cara kerja relay adalah apabila kumparan diberi tegangan, maka akan terjadi medan elektromagnetis dimana pada gilirannya menyebabkan plunger bergerak pada kumparan menutup menutup kontak NO dan membuka kontak NC. Jarak gerak plunger biasanya sekitar ¼ inch atau kurang. Kontak NO akan membuka ketika tidak ada arus mengalir pada kumparan, tetapi akan tertutup secepatnya apabila kumparan menghantarkan arus atau diberi tenaga. Kontak NC akan tertutup apabila kumparan tidak mengantarkan arus dan akan terbuka apabila kumparan menghantarkan arus, hal inimerupakan kebalikan dari kerja kontak NO.

Jumat, 24 Desember 2010

Teori dasar Kontaktor Magnit

Cara kerja Kontaktor magnit (Magnetic Contactor)
Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektro magnet. Pada Kontaktor ini ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit. Cara kerja kontaktor ini adalah apabila coil tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan maka akan terjadilah induksi magnet yang akan menarik setiap kontak (platina) yang terdapat pada kontaktor itu sendiri baik itu NO (Normaliy Open) maupun NC (Normaly Closed). Artinya kontak NO yang pada posisi coil tidak diberi tegangan tidak terhubung/tertutup akan tertarik menjadi terhubung (jadi NC) begitu pula kontak NC adalah kebalikannya (jadi NO terbuka/terputus). Pada umumnya kontak NO dan Kontak NC itu diberi simbol dengan angka-angka dan posisi angka-angka tersebut standar internasional.
- Kontak NO biasanya angka belakangnya 3 dan 4
Contoh : 13, 14, 23, 24
- Kontak NC biasanya angka belakangnya 1 dan 2
Contoh : 11, 12, 21, 11

Kalau masih bingung gampangnya adalah sebagai berikut:
NO : Coil tidak diberi tegangan posisi awal putus, dikasih tegangan nyambung
NC : Coil tidak diberi tegangan posisi awal nyambung, dikasih tegangan putus

Simbol kontaktor :